Showing posts with label perjalanan. Show all posts
Showing posts with label perjalanan. Show all posts

Friday, 21 August 2020

Backpacking to Singapore

 

Singapore merupakan negara tetangga Indonesia yang bisa ditempuh dalam kurun waktu kurang lebih 2 (dua) jam penerbangan dari Jakarta. Banyak warga Indonesia yang mengunjungi Singapore karena dekat dengan Indonesia dan yang paling menyenangkan adalah tidak dibutuhkannya Visa untuk bisa memasuki negara tersebut. Kali ini saya akan menulis lokasi-lokasi yang bisa didatangi di Singapore dalam 3D2N. Mengapa 3D2N? karena kadang para pelancong berangkat di hari Jumat malam dan pulang hari Minggu. Itinenary ini lebih kearah bepergian dengan cara backpacking, yaitu meminimalisir pengeluaran tapi masih bisa jalan-jalan. Kalau mau lebih murah bisa berangkat hari sabtu pagi agar tidak perlu mengeluarkan biaya menginap di hari Jumat malam.

Hal utama yang perlu diperhatikan ketika melakukan backpacking adalah carilah tiket promo dan low budget airlines. Ada beberapa low budget airlines yang bisa dicari kalau mau ke Singapore contohnya adalah Air Asia, Scoot, atau bahkan Lion Air. Harga tiket Jakarta – Singapore saat sedang promo cenderung murah biasanya sekitar 300-500 rb sekali jalan (one way ticket) selain itu, menginaplah di hostel-hostel sekitaran wilayah Singapore dengan harga yang cukup terjangkau yaitu sekitar 150 ribu per malam per orangnya. Selain mencari tiket yang murah, hostel yang murah namun bersih, tentu perginya ke tempat-tempat yang gratisan kalau mau ngirit.

Hari pertama (jumat)- cari penerbangan yang malam agar bisa berangkat malam dan tidak perlu mengambil cuti. Pastikan jam 17 langsung cuss ke Bandara karena penerbangan internasional biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam untuk check in dan melewati imigrasi check. Sesampainya di Changi Airport usahakan sebelum jam 23.00 agar kalian masih bisa naik MRT ke tengah kotanya.

Cara naik MRT:

Langkah Pertama – Apabila anda berangkat dari bandara Changi, Stasiun MRT ada di Terminal 2 Bandara Changi. Keluar dari Terminal 2 carilah tulisan train to city. Lalu anda akan menemukan stasiun MRT dibawah tanah.

Langkah Kedua – Baca Peta MRT, Peta MRT biasanya ada di tembok atau kalian bisa download Peta MRT dari

https://www.lta.gov.sg/content/dam/ltagov/getting_around/public_transport/rail_network/pdf/sm-20-03-en-exp.pdf. 

Atau bisa juga di aplikasi handphone kalian. Pelajari petanya dan tentukan mau keluar di stasiun apa.

Cara membaca peta

Tiap warna dalam peta di atas menunjukkan jalur yang dilewati kereta. Bila anda di Bandara Changi berarti anda berada di ujung jalur warna hijau nomor 3.

Lingkaran putih, menunjukkan stasiun interchange, yaitu stasiun transit bagi anda yang ingin pindah jalur warna lain.

Contoh Perjalanan:

Bandara Changi ke Bugis

Dari Bandara Changi naik jalur hijau kemudian turun di stasiun transit Tanah Merah.

Dari stasiun Tanah Merah naik kereta jalur hijau ke arah Joo Koon, dan turun di stasiun Bugis.

Langkah Ketiga – Cari Mesin Tiket atau Loket. Mesin tiket biasanya nempel di tembok lalu beli tiket sesuai destinasi kalian.

Kalau kalian turis, ada pilihan untuk membeli Singapore Tourist Pass. Singapore Tourist Pass (STP) adalah kartu pass yang bisa anda gunakan untuk menaiki transportasi umum di Singapura secara tak terbatas. Anda cukup membeli kartu ini, dan anda bisa naik angkutan umum MRT, LRT serta bus berulang kali tanpa membayar lagi. STP ini bisa mempermudah hidup selama di Singapore agar tidak perlu bolak-balik beli kartu lagi.

Kartu ini didesain untuk turis yang tinggal di Singapura selama 1-3 hari saja.

Ada beberapa pilihan berapa hari kartu tersebut dapat digunakan. Anda dapat memilih 1,2, atau 3 hari. Bila anda tinggal 2 hari di Singapura, anda cukup membeli kartu 2-Day Pass, maka dalam dua hari tersebut anda bebas naik angkutan umum tanpa perlu bayar lagi.

Harga Singapore Tourist Pass

Anda bisa membeli kartu STP ini di counter-nya langsung atau pesan lewat internet.

                      Beli di counter    Beli lewat internet

1 Day Pass            $10                      $20

2 Day Pass            $16                      $26

3 Day Pass            $20                      $30

Pembelian STP di counter menggunakan sistem sewa kartu. Anda harus mendepositkan uang $10, yang akan dikembalikan ketika anda mengembalikan kartu STP. Jadi pada saat beli di counter ada tambahan $10 sebagai uang deposit atau sewa kartu.

Bila dalam 5 hari anda mengembalikan kartu tersebut, maka uang $10 bisa anda ambil. Bila tidak dikembalikan, maka kartu menjadi milik anda dan dapat diisi ulang seperti kartu EZ-Link biasa.

Tempat Beli Singapore Tourist Pass

Hanya counter-counter tertentu saja yang melayani penjualan STP. Tidak semua stasiun menyediakan kartu ini. Jadi hanya di counter-counter ini anda bisa membelinya:

Changi Airport   12:00 pm – 03:45 pm & 04:45 pm – 07:30 pm Daily

Orchard            10:00 am – 09:00 pm Daily

Chinatown         12:00 pm – 03:45 pm & 04:45 pm – 07:30 pm Daily

City Hall            09:00 am – 09:00 pm Daily

Raffles Place    08:00 am – 09:00 pm on Weekdays, 08:00 am – 05:00 pm on Saturday, Closed on Sundays and Public Holidays

Ang Mo Kio      08:00 am – 09:00 pm Daily

HarbourFront     10:00 am – 09:00 pm Daily

Bugis    10:00 am – 09:00 pm Daily

Kartu STP Kadaluarsa

Durasi kartu STP dihitung dari anda beli kartu, sampai transportasi umum tutup tengah malam. Jadi bila pada pukul 16.00  anda beli 1 Day Pass, maka kartu anda valid dari pukul 16.00 sampai tengah malam pada hari itu juga.

Bila kartu anda expired, maka anda dapat membeli lagi kartu di counter-counter di atas. Kartu yang sudah lewat 5 hari dari tanggal pembelian tidak dapat dikembalikan lagi deposit uangnya.

Bila anda tidak mau membeli lagi, anda bisa melakukan top-up di mesin-mesin tiket sebagaimana kartu EZ-Link.

Langkah Keempat – Tap Kartu, Setelah tiket yang berupa kartu smart card anda dapatkan, segeralah menuju pintu gerbang masuk ke stasiun MRT. Carilah pintu yang ada tanda anak panah hijau. Kemudian dekatkan kartu (tap) ke tiang pintu bagian kanan yang ada gambar kartu. Letakkan kartu tersebut sampai berbunyi beep, kemudian pintu akan terbuka secara otomatis.

Langkah Kelima – Cari Jalur Kereta - Setelah anda masuk ke stasiun cari jalur kereta yang anda ingin naik. Seperti telah disebut di atas, setiap jalur kereta mempunyai warna tersendiri. Bila anda naik kereta jalur merah, carilah petunjuk jalur kereta warna merah.

Setelah itu, antrilah dengan tertib dan masuk ke kereta. Saat di dalam kereta perhatikan pengumuman stasiun agar tidak terlewat, keluar dari kereta dan carilah jalan keluar anda. Jangan lupa untuk Tap Kartu anda sampai ada bunyi beep dan pintu akan terbuka otomatis.

Contoh Itinerary yang bisa anda gunakan untuk 2D1N (dengan perhitungan jumat sesampainya di Singapore lgsg istirahat di hotel) adalah

Day 1:  

07.00 : Wake up guys… take a bath + breakfast

08.00 : Japanese & Chinese Garden (L2 Chinese Garden Exit B)

10.30 : Henderson Wavrs & Southern Ridges (L7 Harbour Front Exit C)

13.00 : Bugis Street (L2 Bugis Exit A)

15.00 : Marina by the Bay (L10 Bayfront Exit B)

17.00 : Orchard Rd. (L5 Orchard Road)

18.00 : Resort World Sentosa (L7 Harbour Front Exit C/E)

19.40 : Song of the Sea (12 SGD)

21.00 : Crane Dance

21.45 : Night sightseeing (Merlion, Esplanade, Marina Bay, Helix Bridge, etc) (L9 Esplanade Exit D)

22.30 : Clarke Quay (L6 Clarke Quay Exit C/E)

 Day 2:

07.00 : Wake up guys… take a bath + breakfast

08.30 : Free Time JJJ (shopping, Universal Studio, etc)

15.30 : Go back to lodge, prepare for going home

17.30 : Immigration check in

Alternative Tourism Spots (harga bisa berubah):

1.      Botanical Garden (Free)
2.      Changi International Airport (Free)
3.      Mount Faber (39 SGD)
4.      Singapore Zoo (28 SGD)
5.      Singapore Flyer (24 SGD)
6.      Siloso Beach (Free)
7.      Museums (Free)
8.      Mustafa (Free)
9.      Science Centre + Snow City (18 SGD)
10.    S. E. A. Aquarium (38 SGD)
11.    Marina by the Bay (28 SGD)


Sebagai informasi sekali makan sekitar 5-7 SGD. Kalau kalian hanya mengunjungi lokasi-lokasi yang gratis maka kalian akan sangat bisa meminimalisir pengeluaran yang ada.

Sekian informasi dari saya dan selamat berbackpack murah di Singapura. 

Have fun!







Tuesday, 28 July 2020

Ada apa di Pekalongan


Pekalongan adalah sebuah kota di Jawa Tengah yang berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa. Berada di antara Pemalang dan Batang. Kota yang berada di jalur utama transportasi Pulau Jawa, menjadikan kota ini juga menjadi tempat transit. Di kenal dengan Batik Pekalongannya, sehingga disini kita bisa mencari berbagai macam jenis produk dengan bahan baku kain batik. Sangat banyak tempat yang bisa dikunjungi jika ingin mencari Batik Pekalongan ini, diantaranya ada night market yang memang dikembangkan sebagai pusat tempat penjualan Batik .Jika ingin melihat perkembangan kain batik dari masa ke masa, kalian juga dapat mengunjungi musium batik yang berada di pusat kota (diperhatikan jam buka dan jam tutupnya ya)



Untuk urusan makanan, ada beberapa jenis makanan yang menarik untuk dicoba di kota ini, diantaranya ada lesehan megono dengan menu nasi, megono, pepes ikan, pepes tahu, dll. Bagi yang suka swike juga ada banyak tempat yang menyajikannya, dengan pilihan jenis masakan tauco, tongseng, goreng tepung. Ada juga soto ayam atau soto daging dengan tambagan taoto. Untuk teh poci, pastinya udah jadi minuman khas di pesisir ini dari mulai Brebes sampai dengan Batang. Coba deh ke Jalan Sultan Agung di malam hari, dari ujung ke ujung akan banyak ditemukan berbagai jenis makanan, meski tidak hanya di jalan ini lo ya.



Ahhhh Pantai. Bicara tentang pantai di Pekalongan, waktu yang paling tepat adalah di pagi hari. Kalian bisa menikmati pemandangan terbitnya matahari dengan indah disini sambil menikmati sarapan pagi atau olah raga. Bagi yang ingin sarapan, di sepanjang pantai banyak pedagang yang menjajakan ikan bakar, sop ikan, peyek udang, kelapa muda, bubur ayam, pisang goreng, mendoan, soto, cilok, bakso, mie, dll.




Tuesday, 14 July 2020

Ada apa di Indramayu




Indramayu merupakan salah satu kabupaten di wilayah Jawa Barat. Nama Indramayu sendiri berasal dari kecantikan Putri Arya Wira lodra bernama Nyi Endang Ayu, yaitu salah satu pendiri Indramayu pada abad 1527 M.

Indramayu bukan tempat baru buat saya, mengingat masa kecil saya ada di Cirebon yang berdekatan dengannya. Beberapa tempat yang saya kunjungi saat ini sudah terkesan tempat reuni, meski perubahan yang ada sudah cukup banyak dibandingkan saat itu. Indramayu yang berada di Pantai Utara Pulau Jawa juga menawarkan beberapa tempat menarik yang berkaitan dengan wisata pantai. Bagi kalian pecinta pantai, dijamin pasti anda bakal bisa mencium aroma laut dengan mudah. Cukuplah sehari untuk berkeliling di pantai-pantai yang ada di Indramayu karena letaknya yang berdekatan satu dengan yang lain jika hanya sekedar berkunjung dan tidak bermain air.  Lokasinya mudah ditempuh dengan kendaraan pribadi. Meski tidak semuanya bisa saya ceritakan, namun dalam kunjungan sesaat ini rasanya cukup buat saya bermain - main dengan ingatan masa kecil.

Pengennya sih hanya share foto saja, karena bagi saya yang juga mencintai fotografi, sudah cukup banyak yang bisa diceritakan dari sebuah foto. Gambar berbicara banyak. Tapi akan saya berikan beberapa bla bla lah, sebagai referensi.

1. Pantai Tirtamaya


Pantai Tirtamaya terletak di Desa Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Sebagai pantai yang menjadi pantai legendarisnya Indramayu, kondisi pantai ini sudah ditata sedemikian rupa agar para pengunjung dapat menikmati indahnya pantai sesuai dengan tujuannya masing - masing. Bagi yang lebih suka untuk berfoto, beberapa spot sudah banyak disediakan disini, meski bagi saya spot -spot tersebut sudah terlalu umum di tempat manapun. Para pecinta fotografi silakan mencari momen dan spotnya masing - masing agar tidak terlalu pasaran. Yang suka basah? bisa langsung berendam, main pasir dan berenang di tepian pantai. Cukup banyak alat permainan termasuk ban dalam yang bisa dipakai dan perahu karet yang bisa disewa. Nah, yang hanya ingin nongkrong dan makan, dari ujung ke ujung sudah tersedia tenpat makan dengan menunya masing - masing, silakan dipilih sesuai dengan selera. Saya? kelapa muda aja lah, adem. Fasilitas umum sudah tersedia seperti mushola maupun toilet, jadi selepas bermain air bisa langsung bilas dan membersihkan diri. Di sekitar Tirtamaya juga terdapat beberapa penginapan yang bisa disewa bagi para traveller yang ingin bermalam di Pantai dan menikmati indahnya langit malam di pinggir pantai.


2. Pantai Glayem



Hmmmm..... jujur saya juga baru dengar nama pantai dan kawasan ini, tapi karena lokasinya yang dekat dengan Pantai Tirtamaya dan juga muncul di Goggle Map ya gak ada salahnya sekalian ke sini. Saat memasuki kawasan ini, hal pertama yang dijumpai adalah tempat penjualan hasil laut yang masih segar. Berbagai jenis ikan dan kerang dijual disini (bahkan namanya pun saya tidak mengenal semuanya), berikut kepiting, udang dan cumi. Ingin beli, tapi perjalanan saya masih panjang. Banyak kapal nelayan di sini, diantaranya dapat disewa untuk keliling pantai dengan istilah "Perahu Ojeg Wisata" dengan harga yang terjangkau. Kondisi pantai mirip dengan  Pantai Tirtamaya (wajar lah sebagai tetangga sebelah) dengan dilengkapi beberapa spot foto.

3. Pantai Balongan Indah



Panas? pasti. Apalagi Pantai Balongan Indah ini dekat dengan Kilang Pertamina Balongan.  Yang pas memang datang di pagi atau sore hari untuk bermain air, nongkrong, makan dan berkreasi dengan kamera. Saya sendiri menemukan bagian yang menarik buat foto : deburan ombak yang menghantam bebatuan dan adanya perahu kayu yang sudah rusak.Tersedia tempat mandi dan toilet. Jangan lupa membuang sampah pada tempatnya ya, sayang jika tidak dijaga. Siapa lagi yang akan peduli jika bukan dimulai dari diri sendiri.

4. Pantai dan Hutan Mangrove Karangsong


Di sini, selain pantai anda akan menemukan tempat mangrove, disana anda hanya perlu untuk menyewa perahu rakyat yang menurut saya harganya sangat terjangkau. Banyak spot foto baik di pantai maupun mangrove. Dengan tempat yang berdekatan dengan tempat pelelangan ikan dan bersandarnya kapal nelayan untuk melakukan perbaikan/perawatan serta persiapan untuk "melaut" lagi, menjadikan tempat ini cukup padat dan sibuk. Pintar - pintar saja cari spot dan tempat untuk bermain. Anda bisa memancing, bermain air, dan jika lapar sangat banyak tempat makan disini. 

Tidak jauh menuju Karangsong dari Kota Indramayu, dengan kendaraan pribadi cukup 15 sd 25 menit menuju sisi utara. Sepanjang perjalanan anda juga akan menjumpai tempat - tempat makan sesuai selera baik menu yang berkaitan dengan olahan hasil laut maupun lainnya.

5. Tempat Pelelangan Ikan Indramayu



Berbagai macam ikan bisa anda temui disini dari yang harganya mahal sampai yang murah (ingat kalau beli ikan jangan lupa ditawar ya) dan semuanya masih segar karena baru turun dari kapal nelayan.

6. Jembatan Kuning Terusan Sindang



Ya saya paham tidak semua tertarik dengan jembatan, tapi jembatan ini sudah jadi ikon di Indramayu lo. Jadi menurut saya tidak ada salahnya menyempatkan kesini jika memang tidak kebetulan melewati Terusan Sindang. Struktur jembatannya unik dengan warna yang cukup mencolok. Harus sabar jika ingin mendapatkan foto terbaik di sini. Oya, jangan berhenti di jembatan ya karena secara peraturan memang tidak diperbolehkan berhenti di jembatan (catatan = semua obyek di foto tersebut di atas bergerak)

7. Taman Tjimanoek



Taman ini berada di tepi Sungai Cimanuk. Anda bisa berjalan menyusuri sungai dibawah rimbunnya pohon di siang hari, teduhnya membuat anda tidak terasa jika  sudah jalan jauh. Di pinggiran banyak orang berjualan berbagai jenis makanan, diantaranya seblak yang memang jadi makanan favorit saya. Anda bisa mencobanya  sambil nongkrong di pinggir sungai.

Demikian sekilas dr Indramayu, saya mau menikmati mangga dulu...

Sunday, 12 July 2020

Ada apa di Tanjung Lesung



Sebenarnya sudah lama sih saya mendengar nama tempat ini, bahkan saat melakukan pendakian ke Gunung Karang sempat ada keinginan untuk sekalian kesini. Kali ini perjalanan dimulai dari Jakarta dengan melintas jalan tol, keluar pintu tol Serang Timur dan melalui Pandeglang. Menempuh kurang lebih 4 jam dengan kendaraan pribadi. Lalu lintas tergolong cukup padat dengan adanya truk dan angkutan kota yang ada. Mata yang jenuh dengan pemandangan jalan raya dan kendaraan yang lalu lalang mulai sedikit terobati dengan hamparan pesisir pantai barat Pulau Jawa. Di sepanjang pantai yang ada ini dapat ditemukan tempat - tempat yang sudah dikelola untuk menikmati pantai dan menikmati makanan

Memasuki kawasan Tanjung Lesung, diawali dengan kawalan jajaran pohon yang meneduhkan. Cukup lengang dan bisa dipakai untuk Foto Prewed bagi yang menginginkan atau hanya sekedar diam dan menikmati pemandangan pohon dengan daun hijaunya. Melewati beberapa kumpulan monyet yang masih ada di sekitaran jalan akhirnya saya sampai di pantai tanjung lesung.

Dari sekian banyak hal, yang menarik bagi saya adalah hamparan karang kecilnya yang memanjakan jemari saya untuk memegangnya dan sedikit bermain meski kondisi sedang terik menusuk tubuh. Jangan berpikir untuk membawanya pulang ya, nikmati saja hanparan karang ini.


Tekstur alami yang tidak akan bisa dibuat manusia sendiri bukan? Tanjung lesung merupakan tempat wisata yang cukup lengkap, dalam satu area wisata anda bisa menemui penginapan disini dari mulai resort sampai ke glamping. Kalau anda tidak berpikir untuk menginap, di Tanjung Lesung juga menawarkan aktivitas-aktivitas yang cukup menarik seperti surfing, jetski, dan permainan air lainnya. Menarik saya untuk ikut, tapi saat ini saya cukup menjadi pecinta pantai yang sedang tidak ingin basah-basahan. Kalau anda kelaparan, tidak perlu khawatir karena di lokasi ada restaurant yang siap memanjakan perut anda, dan toilet pun tersedia




"Kubiarkan ombak itu mengusap

Dan kubiarkan kedua kakiku menari di atasnya

Dalam buaian keriakan kalbumu yang kupandang jauh"

Sunday, 5 July 2020

Ada apa di Pangandaran




Rasanya nama Pangandaran sudah tidak asing di dengar sebagian besar orang.  Sudah terbayang aja tentang birunya laut, deburnya yang khas, pantai yang bersih, bermain air dan tentunya berbagai olahan hasil laut yang banyak dijual dari ujung ke ujung. Oya, yang belum tahu, di pangandaran ini kita bisa lihat sunset dan sunrise lo, tergantung di pantai sisi mana kita berada. Yaaaa, saya sih menyarankan bermalam di sini jika memang ingin menikmati tempat ini dengan maksimal. Kebayang gak sih, betapa nanggungnya kalau bermalam di tempat lain dan di sini cuma mampir. Dengan banyaknya spot dan niatan untuk melihat datang dan perginya matahari.

Cukup banyak hotel dan penginapan dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Kalau musim liburan, pastikan melakukan reservasi dulu. Fasilitas di hotel dan penginapan yang ada sudah lengkap, termasuk tempat parkir kendaraan.

Tempat makan? Hmmm, sampai bingung rasanya mau memilih. Tinggal disesuaikan sajalah dengan selera. Untuk urusan rasa, saya sih cocok, tapi namanya juga selera, silakan dicoba saja. 

Tempat oleh - oleh sangat banyak dari kaos, celana, souvenir, pernik-pernik dari kerang, gantungan kunci, topi, tas, kain dan tentunya makanan. Jangan sungkan untuk menawar harga, bersahabat koq, beri juga senyuman.

Untuk yang ingin nongkrong, bisa dimulai dari sekedar nongkrong di pinggir pantai  (yang saat ini sudah tersedia tempat duduk) sampai nongkrong di cafe. Yang mau merasakan nuansa berbeda, bisa juga memilih "kampung turis", dengan jarak yang tidak jauh dari TOL PANGANDARAN.

Ada yang penasaran? Ada jalan tol di Pangandaran? Hahahaha. Jangan tertipu ya, yang dimaksud disini adalah dua jalur utama dari bundaran patung ikan marlin sampai dengan boulevard Pangandaran. Karena jalur ini lebar dan lurus, maka disebut sebagai tol Pangandaran.

Spot bermain sangat banyak, dari naik perahu, snorkeling, memberi makan ikan, memancing, banana boat, menyusuri goa, jogging track, naik kuda, naik ATV, sewa sepeda, dll. Banyak kan?



Sunset disini memang indah, berdoa saja mendapat cuaca yang baik saat kesini. Waktu yang pas untuk mengambil foto sunset sangat terbatas. Jeda antara sinar matahari yang masih menyilaukan dengan menghilangnya termasuk cepat. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengabadikan sunset di Pangandaran ini.




Kegiatan bermain di pantai dibatasi dari jam 6 pagi sampai jam 17, mengingat diluar jam tersebut sudah tidak ada penjaga pantai. Mari tertib demi keselamatan.


Sedikit cerita, semoga bermanfaat. Jangan tinggalkan sampah di pantai.






Ada apa di Tasikmalaya




Sudah beberapa kali melalui kota ini saat melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Bandung via Jalur Selatan, tapi belum pernah bermalam di sini. Terlebih jika mendengar kata Tasikmalaya, ingatan saya langsung kembali ke masa saat Gunung Galunggung meletus dan abunya menyebabkan saya harus libur sekolah beberapa saat.

Banyak tempat wisata yang ada di sini termasuk di daerah-daerah sekitarnya jika mau dicari, tapi karena keterbatasan waktu, hanya beberapa tempat yang sempat saya datangi. Bagi yang akan menuju Tasikmalaya dari Jakarta, kurang lebih akan menempuh waktu 6 jam perjalanan melalui Tol Cipularang. Yang cukup jadi PR adalah banyaknya truk selepas jalan tol sehingga waktu tempuh menjadi lebih panjang.

Malam di Tasikmalaya ada apa saja? Banyak jenis makanan yang dijajakan di kota ini, mulai dari jajanan pinggir jalan, cafe sampai dengan rumah makan. Lokasinya menyebar di seluruh kota (tidak hanya terpusat di pusat makanan). Kota ini termasuk kota yang "hidup" sampai dini hari, dengan berbagai aktivitasnya.


Tidak lupa sebagai pendaki saya menjadikan kunjungan ke Gunung Galunggung menjadi agenda wajib yang harus saya lakukan selama di Tasikmalaya. Sayangnya kondisi jalan menuju tempat ini masih perlu menjadi perhatian di beberapa titik agar bisa mempercepat waktu tempuh. Dengan jarak sekitar 18 km dari pusat kota, cukup menarik perhatian para wisatawan untuk hadir. Ada beberapa tempat wisata di lokasi ini selain kawahnya. Ada dua tangga yang dikenal yaitu tangga kuning dan tangga biru. Saya sendiri menilai tangga biru lebih sedikit jumlah anak tangganya tetapi lebih curam, sedangkan tangga kuning jumlah anak tangganya lebih banyak dan lebih landai. Kalau menginginkan kondisi yang masih sejuk, saya menyarankan untuk datang ke kawah di pagi hari. Sejuknya hawa pegunungan, apalagi saat ada kabut, bisa jadi pengalih perhatian saat melangkah melalui tangga.


Setelah melalui tangga, kawah Gunung Galunggung dapat dilihat dengan mudah, apalagi ditemani minuman panas dan makanan ringan yang ada di atas dengan harga yang bersahabat. Ada jalur khusus yang bisa dilalui ojek dari bawah sampai ke atas, dan dimanfaatkan para penjaja makanan (pengunjung bisa juga koq).


Yang belum puas dengan pemandangan kawah dari atas, bisa turun lagi menuju kawah dengan melalui anak tangga di sisi dalam lereng. Tetap hati - hati karena anak tangga ini licin dan berlumut. Khusus untuk pendaki, ada jalur tersendiri untuk mencapai puncak tertinggi Gunung Galunggung.


Selain ke gunung, disini mau kemana lagi sih? Ada beberapa situ, tapi yang paling dekat dengan kota adalah Situ Gede. Ada cerita rakyat dimana pada bagian tengah situ ini terdapat satu pulau seluas satu hektar, dan di dalamnya terdapat makam Eyang Prabudilaya, seorang tokoh Agama Islam. Kisah yang berkembang di masyarakat tentang asal mula terbentuknya situ ini pun berkaitan erat dengan perjalanan hidup Eyang Prabudilaya. 


Kebanyakan pengunjung yang kesini datang untuk menikmati pemandangan situ sembari menikmati berbagai macam jenis makanan dan minuman yang dijajakan. Yang utama memang menu ikan mujair bakarnya, dengan ikan yang masih segar membuat rasanya nikmat. Bagi yang ingin naik perahu keliling situ juga sudah tersedia.


Jalan menyususi Tasikmalaya di siang hari, di beberapa jalan protokol cukup penuh dengan pertokoan yang menjual pakaian, sepatu, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, handphone, alat tulis, kain,toko obat, toko alat tulis, peralatan kantor dan sebagainya. Iseng saja ambil beberapa foto sekolah yang ada, kesan pertama = rapi dan bersih.




Sunday, 28 June 2020

Ada apa di Sukabumi


Kota Sukabumi berasal dari bahasa Sunda. Yaitu Suka-Bumen, menurut keterangan mengingat udaranya yang sejuk dan nyaman, mereka yang datang ke daerah ini tidak ingin untuk pindah lagi karena suka/ senang Bumen-Bumen atau bertempat tinggal di daerah ini. Kota Sukabumi secara Geografis terletak di bagian selatan Jawa Barat pada koordinat 106 ˚45’50” Bujur Timur dan 106˚45’10” Bujur Timur, 6˚50’44” Lintang Selatan, di kaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang ketingiannya 584 meter di atas permukaan laut, dan berjarak 120 km dari Ibukota Negara (Jakarta) atau 96 km dari Ibukota Provinsi Jawa Barat (Bandung). Kali ini perjalan tidak langsung menuju Kota Sukabumi, tetapi langsung ke beberapa tempat wisata yang ada di kabupaten ini.

Pantai Ujung Genteng

Saya sendiri baru sekali ini menuju Ujung Genteng. Dengan posisi di tepian Selatan Pulau Jawa, dan langsung menghadap Laut Jawa, pantai ini menghadirkan pemandangan pantai yang biru dan bersih. Meski memerlukan waktu perjalanan yang tidak pendek untuk mencapi lokasi ini, terlebih dengan adanya beberapa bagian jalan yang masih memerlukan perbaikan, pantai ini layak untuk didatangi. Disini sudah tersedia beberapa spot foto selfie, lokasi memancing, bermain air, penginapan, tempat makan (pastinya olahan hasil laut menjadi menu utama) dan penangkaran penyu. Fasilitas pendukung seperti toilet, kamar mandi dan tempat parkir kendaraan tersedia di sini. Cukup banyak pengunjung ke sini terutama di akhir minggu, walau mereka hanya sekedar duduk bersama rekan satu rombongan untuk ngopi dan bercerita bebas.


Rasa penat selama perjalan menuju Ujung Genteng sudah bisa terbayar lunas dengan mendapatkan pemandangan laut yang biru bersih dan langit biru dengan awan tipisnya yang membuat saya semakin cinta dengan alam.

Bukit Panenjoan

Bukit Panenjoan juga merupakan bagian dari Geopark Ciletuh, karena kejar-kejaran dengan waktu, saya hanya sempat kesini tanpa meneruskan perjalan sampai ke curug yang banyak tersebar di daerah ini. Pemandangan hamparan hijau menyejukkan mata saya, hampir tanpa kedip memandangnya dan membuang lamunan. Fasilitas penginapan dan tempat makan tersedia disini dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Pantai Pelabuhan Ratu

Dan kembali ke Pantai. Kali ini saya meneruskan perjalan ke Pantai Pelabuhan Ratu. Pantai yang panjang dengan beberapa tempat spot wisatanya. Pengunjung bisa memilih mau ke lokasi yang mana. Semua telah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Saya sendiri cukup menikmati kelapa muda di tepi pantai, sembari mendengarkan deburan pantai yang membius saya ke beberapa memori masa kecil saya saat ke pantai ini.

Setelah selesai ke beberapa tempat tadi, saya menyusuri Kota Sukabumi menikmati segala hal tentang kota ini. Kota yang tergolong tertata rapi, dengan fasilitas kota yang sudah berkembang. Sebagai kota yang berada di antara Bogor dan Bandung, menjadikan Kota ini sebagai tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. 




Sunday, 21 June 2020

NYIA : New Yogyakarta International Airport


Berawal dari pertanyaan besar di benak saya, sebagai seseorang yang juga menikmati proses perjalan hidup di Yogyakarta, masa iya belum pernah ke sini. Nah, mumpung ke sini naik kendaraan pribadi, sekalian aja deh masuk untuk melihat bangunan ini dari dekat. Sebagai pecinta dunia konstruksi, ujung-ujungnya yang dilihat juga bagaimana design dan kualitas struktur yang ada.

New Yogyakarta International Airport (NYIA) sudah mulai beroperasi pada Januari 2020. Sebagian besar penerbangan domestik ke dan dari Yogyakarta dialihkan ke NYIA. Dengan lokasi yang berada di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo dan berjarak kurang lebih 42 Km dari pusat kota Yogyakarta, perlu persiapan yang lebih bagi para penumpang pesawat untuk menuju bandara agar terhindar dari keterlambatan. Secara umum kondisi jalan menuju bandara sudah baik, namun dengan kondisi lalu lintas dan beberapa persimpangan menyebabkan waktu tempuh menjadi panjang. Beberapa titik kemacetan yang ada perlu diperhitungkan. Ya semoga saja rencana pembangunan jalan tol yang melalui bandara ini dapat segera terealisasi sehingga perjalanan menjadi lebih singkat.

Secara teknis bandara ini mampu menampung hingga 14 juta penumpang per tahun. Kapasitas ini mencampai sembilan kali lipat dibandingkan dengan Bandara Adisutjipto yang hanya menampung 1.6 juta penumpang. Lokasinya yang berada 200 meter dari garis pantai Laut Jawa sudah dikaji secara teknis tahan gempa 8.8 skala richter serta gelombang tsunami dengan ketinggian 12 meter.

Design bandara ini cukup unik dan berbeda dengan bandara yang lain sehingga banyak pengunjung yang memanfaatkan bandara ini sebagai tempat berfoto terutama di saat sepi. Lahan parkirnya banyak dan luas sehingga lebih mudah menurunkan dan menaikkan penumpang. Proses pembangunan kelengkapan fasilitas masih terus dilakukan sebagai bagian dari pembangunan berdasar masterplan.

Pendakian Gunung Lemongan

  Kali ini saya mendaki Gunung Lemongan yang berada di dua kabupaten yaitu Lumajang dan Probolinggo. Saya mengambil jalur Klakah - Lumajang ...