Wednesday, 15 July 2020

Kendala Dalam Implementasi BIM Pada Proyek Infrastruktur





Selama menerapkan pelaksanaan Building Information Modelling (BIM), bukan berarti tidak ada kendala yang dialami. Tercatat ada beberapa poin penting yang bisa dijadikan pelajaran utama yaitu bahwa BIM bukan hanya tentang teknologi tapi juga tentang proses dan SDM, Teknologi akan masuk kedalam seluruh aspek kehidupan termasuk juga dunia konstruksi dan pengembangan SDM memegang peranan penting dalam perkembangan BIM.

Teknologi, SDM dan Budaya merupakan 3 (tiga) hal yang sangat berkaitan erat demi suksesnya pelaksanaan BIM di proyek. Tanpa adanya ketiga hal tersebut maka pelaksanaan BIM akan menjadi tidak efektif, semisal perusahaan membeli teknologi BIM yang terbaru akan tetapi tidak mempunyai SDM yang memiliki kapabilitas dalam menjalankan teknologi tersebut dan tidak memikirkan proses apa saja yang harus dilakukan dalam melaksanakan BIM maka ini akan menjadi sia – sia.

1. Teknologi

Kendala – kendala mengenai teknologi yang muncul adalah terlalu banyak jenis software BIM yang ada, tidak semua software dapat digunakan dalam proyek lini infrastruktur, biaya investasi software dan hardware yang tidak murah

Ùntuk mengatasi kendala – kendala mengenai permasalahan tersebut, perusahaan dapat melakukan penilaian terhadap software – software BIM yang ada agar dapat diketahui software mana yang sesuai dan yang tidak. Penilaian dilakukan dengan mengikuti/mengadakan seminar, workshop dan pelatihan untuk kemudian dianalisa compatiblity dari masing – masing software tersebut.


Adapun penilaian dilakukan dengan mengambil poin – poin perbandingan berdasarkan kesulitan – kesulitan yang dialami, antara lain geometry 3D, detailing, Material Take Off, Information Integration dan kolaborasi antar dan inter software.

2. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber daya manusia merupakan salah satu poin penting dalam pengembangan BIM. Untuk mengatasi permasalahan mengenai SDM beberapa hal yang dapat dilakukan adalah menentukan kriteria bagi personel yang cocok untuk dikembangkan menjadi modeller serta mengikutsertakan modeller dalam pelatihan dan seminar yang diadakan baik dari internal perusahaan maupun eksternal

3. Budaya

Untuk membentuk suatu kultur/budaya yang baru di proyek tentu saja membutuhkan proses yang tidak mudah dan membutuhkan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah melakukan sosialisasi BIM ke proyek, melakukan workshop yang dihadiri oleh modeller dan atasan langsung modeller di proyek untuk mengenalkan BIM, mewajibkan adanya laporan bulanan perkembangan BIM di proyek dan melakukan kunjungan rutin ke proyek (monitoring) untuk memastikan BIM berjalan sebagaimana mestinya.







PERKEMBANGAN BIM DALAM DUNIA KONSTRUKSI DI INDONESIA



1.  Definisi BIM

BIM (Building Information Modelling) adalah suatu PROSES yang dimulai dengan menciptakan 3D model digital (bangunan secara virtual) dan didalamnya berisi semua informasi bangunan tersebut, yang berfungsi sebagai sarana untuk membuat perencanaan, perancangan, pelaksanaan pembangunan, serta pemeliharaan bangunan tersebut beserta infrastrukturnya bagi semua pihak yang terkait didalam proyek seperti konsultan, owner, dan kontraktor.


Kekuatan BIM terletak pada visualisasi 3D Modellingnya, dimana dengan adanya visualisasi 3D diharapkan dapat membantu dalam metode kerja dan shop drawing, kemudian dapat memunculkan informasi proyek, lebih efektif pada saat terjadi perubahan desain, dapat menghasilkan quantity output/perhitungan volume secara otomatis, dapat terintegrasi dengan schedule, melakukan mitigasi risiko dengan bantuan clash detection dan melakukan koordinasi berdasarkan 3D Model.

2.  BIM Saat Ini di Indonesia

Membicarakan BIM di Indonesia tentu saja harus dimulai dari pemerintah sebagai yang berwenang membuat peraturan/regulator, yang dalam hal ini berada di ranah Kementerian PUPR. Agar perkembangan BIM dapat terarah, Kementerian PUPR sudah menyiapkan roadmap BIM PUPR dimana dalam roadmap tersebut tercantum target yang ingin dicapai oleh Kementerian PUPR dalam beberapa tahun kedepan.

Dalam roadmap BIM PUPR terlihat bahwa terdapat 4 (empat) langkah yang akan dilakukan oleh Kementerian PUPR yaitu adopsi dan penyusunan standar BIM, digitalisasi proses penyelenggaraan konstruksi dan membangun pasar digital konstruksi, kolaborasi pelaku konstruksi dan penyedia rantai pasok berbasis virtual, kemudian yang terakhir adalah penggunaan cloud construction dan pengelolaan sistem konstruksi terintegrasi. Empat langkah tersebut ditargetkan dapat terlaksana dimulai dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2024.



Selain menyiapkan roadmap, Kementerian PUPR juga sudah melaksanakan implementasi BIM pada beberapa proyek baik proyek sumber daya air, proyek gedung maupun proyek jalan dan jembatan. Berdasarkan data dari Kementerian PUPR tercatat lebih dari 40 proyek di 16 provinsi yang sudah menggunakan BIM. Adapun rincian dari proyek – proyek tersebut dapat dilihat pada infografis dibawah ini.




Kementerian PUPR juga sudah menyiapkan peraturan terkait implementasi BIM yaitu PERMEN NOMOR 22/PRT/M/2018 yang mengatur tentang kewajiban penggunaan BIM pada Bangunan Gedung Negara tidak sederhana dengan kriteria luas diatas 2000 m2 dan diatas dua lantai. Sedangkan untuk proyek – proyek infrastruktur Direktorat Jenderal Bina Marga menargetkan pada tahun 2020 diberlakukan kebijakan BIM mandatory untuk jalan tol.



3.  Perkembangan BIM Perguruan Tinggi Indonesia

Perkembangan BIM di Perguruan Tinggi diawali oleh dilakukannya skema kolaborasi dan koordinasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dimana salah satunya adalah kerjasama dengan Perguruan Tinggi dalam hal ini Universitas Islam Indonesia dan Institut Teknologi Bandung untuk menjadi Center of Excellence BIM.



Universitas Islam Indonesia dengan adanya kerjasama dengan Kementerian PUPR dengan menjadi Center of Excellence segera membentuk pusat studi BIM dimana bertugas untuk melaksanakan kegiatan operasional Building Information Modelling Centre of Excellence (BIM-CoE) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia berdasarkan surat keputusan Dekan Nomor : 501/SK-DEK/DAU/XI I/2017. (sumber : https://centres.uii.ac.id/bimcoe/)


Institut Teknologi Bandung juga menerapkan mata kuliah BIM dalam kurikulum jurusan arsitek sebagai tindak lanjut dari kerjasama ITB dan kementerian PUPR dalam pembentukan Center of Excellence BIM. (sumber : https://ar.itb.ac.id/archives/8649)

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) juga sudah memasukkan mata kuliah BIM sebagai mata kuliah pilihan. Sudah cukup banyak mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini dengan pertimbangan penggunaan dan manfaat BIM yang sangat berarti. Pengembangan dilakukan dengan melakukan kuliah umum, seminar dan juga ikut dalam beberapa lomba BIM.


4. Perkembangan BIM di PT. ADHI KARYA (Persero) Tbk

Perkembangan BIM di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. dimulai dari tahun 2017 diawali dengan masa inisiasi BIM ADHI yaitu insan BIM Adhi yang sudah mengenal BIM mulai berdiskusi untuk pengembangan BIM sebagai backbone baru dalam proses bisnis Adhi. Untuk lebih lengkap pengembangan BIM ADHI dapat dilihat pada infografis dibawah ini.




Implementasi BIM di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. sudah berjalan pada semua lini baik pada proyek – proyek lini gedung maupun lini infrastruktur.






5. Implementasi BIM

Sesuai penjelasan di awal, BIM memiliki banyak sekali fungsi dalam membantu pekerjaan konstruksi antara lain photogrammetry, quantity take off, shop drawing, clash detection, 4D schedule, dan koordinasi BIM

5.1. Fotogrammetry

Fotogrammetry adalah merupakan suatu metode survey pemetaan data eksisting, dimana menggunakan media Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan GPS untuk alat pengukuran. Metode ini lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan metode manual dimana akan membutuhkan waktu jauh lebih lama. Data yang dihasilkan dari fotogrammetry adalah sebagai berikut :

Peta foto tegak udara (orthophoto) yang merupakan peta terukur yang dihasilkan dari gabungan foto – foto yang diambil dengan menggunakan UAV

Foto tegak udara adalah merupakan peta berupa foto yang sudah dikoreksi secara geometris sehingga skala dan orientasi foto seragam dan dapat dianggap setara dengan peta. Keunggulan dari peta foto tegak udara yang dihasilkan dari fotogrametri adalah tingkat kedetailan dari peta tersebut, dimana resolusi dan kualitas gambarnya lebih baik daripada yang dihasilkan oleh satelit. Dengan adanya peta foto tegak udara, proses mempelajari kondisi eksisting untuk perencanaan metode pelaksanaan akan jauh lebih mudah, selain itu kita dapat mempelajari risiko yang dapat terjadi, karena dengan adanya peta tersebut kita dapat mengetahui apa saja yang berada di sekitar lokasi proyek yang akan dilaksanakan.


Digital Surface Model (DSM) yang merupakan representasi digital dalam bentuk 3D dari data eksisting.

Digital Surface Model (DSM) adalah merupakan bentuk 3D dari data eksisting dengan menampilkan model elevasi ketinggian permukaan. Elevasi ketinggian permukaan yang dimaksud adalah apabila terdapat bangunan, pepohonan ataupun objek apapun diatas tanah maka hal tersebut yang ditampilkan dalam digital model. Sama halnya dengan peta foto tegak udara, DSM dapat digunakan untuk mempelajari kondisi eksisting untuk perencanaan metode pelaksanaan akan jauh lebih mudah, selain itu kita dapat mempelajari risiko yang dapat terjadi, karena dengan adanya peta tersebut kita dapat mengetahui apa saja yang berada di sekitar lokasi proyek yang akan dilaksanakan.


Digital Terrain Model (DTM) yang merupakan peta kontur dalam bentuk 3D yang dihasilkan dari proses Filtering DSM

Digital Terrain Model (DTM) adalah merupakan bentuk 3D dari data kontur tanah eksisting. Apabila DSM menampilkan data elevasi permukaan, maka DTM hanya menampilkan data kontur tanah eksisting dan tidak mengikutsertakan objek yang berada diatas tanah.Berbeda dengan Orthophoto dan Digital Surface Model, Digital Terrain Model digunakan sebagai dasar dari pemodelan tanah eksisting dimana dari data tersebut kita bisa mengolah pemodelan untuk mendapatkan galian, timbunan, kolaborasi tanah eksisting dengan pemodelan struktur dan sebagainya.




5.2. Quantity Take Off (QTO)

Pada output Quantity Take Off/volume yang  dihasilkan dari software, akan dikomparasi dengan perhitungan manual dan sudah diaplikasikan baik pada proyek yang sudah berjalan maupun tender. QTO/Volume dari BIM belum bisa sepenuhnya dijadikan sebagai dasar perhitungan karena menyesuaikan dengan peraturan dan kontrak yang ada 

5.3. Shop Drawing

Salah satu output lain yang dihasilkan oleh BIM adalah Shop Drawing, dimana 3D Model yang dibuat dapat digunakan sebagai dasar pembuatan Shop Drawing.

5.4. Clash Detection

Clash Detection berguna untuk mendeteksi sejak awal kemungkinan terjadinya kesalahan yang terjadi akibat ketidakselarasan pada desain yang dapat mengakibatkan terjadinya pekerjaan ulang (rework) pada saat pelaksanaan dilapangan yang umumnya terjadi pada proyek – proyek yang tidak menerapkan BIM.

Clash Detection akan sangat berguna sekali jika dilakukan pada saat awal pelaksanaan proyek, dikarenakan jika terjadi keterlambatan maka kemungkinan terjadinya rework akan bertambah, seperti halnya contoh dibawah ini. Hal tersebut terjadi karena pelaksanaan di lapangan sudah terlebih dahulu berjalan sedangkan pengecekan Clash Detection terlambat dilakukan.

5.5. Koordinasi

Tingkatan 4D dalam Building Information Modelling adalah tingkat selanjutnya setelah 3D, dimana 3D Model yang sudah dibuat diintegrasikan dengan schedule yang sudah dibuat. Hal ini berfungsi untuk melihat sequence yang sudah dibuat disimulasikan dalam bentuk 3D dimana bisa lebih mudah untuk melihat sequence yang direncanakan sudah sesuai atau tidak. Keunggulan BIM adalah bagaimana lingkup pekerjaan dapat divisualisasikan dalam bentuk 3D, sehingga dapat digunakan dalam rapat baik internal maupun eksternal






5.6. Kuliah umum, seminar dan webinar

Pengembangan BIM dilakukan juga dengan aktif dalam pelaksanaan kuliah umum, seminar dan webinar.






























Tuesday, 14 July 2020

Ada apa di Indramayu




Indramayu merupakan salah satu kabupaten di wilayah Jawa Barat. Nama Indramayu sendiri berasal dari kecantikan Putri Arya Wira lodra bernama Nyi Endang Ayu, yaitu salah satu pendiri Indramayu pada abad 1527 M.

Indramayu bukan tempat baru buat saya, mengingat masa kecil saya ada di Cirebon yang berdekatan dengannya. Beberapa tempat yang saya kunjungi saat ini sudah terkesan tempat reuni, meski perubahan yang ada sudah cukup banyak dibandingkan saat itu. Indramayu yang berada di Pantai Utara Pulau Jawa juga menawarkan beberapa tempat menarik yang berkaitan dengan wisata pantai. Bagi kalian pecinta pantai, dijamin pasti anda bakal bisa mencium aroma laut dengan mudah. Cukuplah sehari untuk berkeliling di pantai-pantai yang ada di Indramayu karena letaknya yang berdekatan satu dengan yang lain jika hanya sekedar berkunjung dan tidak bermain air.  Lokasinya mudah ditempuh dengan kendaraan pribadi. Meski tidak semuanya bisa saya ceritakan, namun dalam kunjungan sesaat ini rasanya cukup buat saya bermain - main dengan ingatan masa kecil.

Pengennya sih hanya share foto saja, karena bagi saya yang juga mencintai fotografi, sudah cukup banyak yang bisa diceritakan dari sebuah foto. Gambar berbicara banyak. Tapi akan saya berikan beberapa bla bla lah, sebagai referensi.

1. Pantai Tirtamaya


Pantai Tirtamaya terletak di Desa Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Sebagai pantai yang menjadi pantai legendarisnya Indramayu, kondisi pantai ini sudah ditata sedemikian rupa agar para pengunjung dapat menikmati indahnya pantai sesuai dengan tujuannya masing - masing. Bagi yang lebih suka untuk berfoto, beberapa spot sudah banyak disediakan disini, meski bagi saya spot -spot tersebut sudah terlalu umum di tempat manapun. Para pecinta fotografi silakan mencari momen dan spotnya masing - masing agar tidak terlalu pasaran. Yang suka basah? bisa langsung berendam, main pasir dan berenang di tepian pantai. Cukup banyak alat permainan termasuk ban dalam yang bisa dipakai dan perahu karet yang bisa disewa. Nah, yang hanya ingin nongkrong dan makan, dari ujung ke ujung sudah tersedia tenpat makan dengan menunya masing - masing, silakan dipilih sesuai dengan selera. Saya? kelapa muda aja lah, adem. Fasilitas umum sudah tersedia seperti mushola maupun toilet, jadi selepas bermain air bisa langsung bilas dan membersihkan diri. Di sekitar Tirtamaya juga terdapat beberapa penginapan yang bisa disewa bagi para traveller yang ingin bermalam di Pantai dan menikmati indahnya langit malam di pinggir pantai.


2. Pantai Glayem



Hmmmm..... jujur saya juga baru dengar nama pantai dan kawasan ini, tapi karena lokasinya yang dekat dengan Pantai Tirtamaya dan juga muncul di Goggle Map ya gak ada salahnya sekalian ke sini. Saat memasuki kawasan ini, hal pertama yang dijumpai adalah tempat penjualan hasil laut yang masih segar. Berbagai jenis ikan dan kerang dijual disini (bahkan namanya pun saya tidak mengenal semuanya), berikut kepiting, udang dan cumi. Ingin beli, tapi perjalanan saya masih panjang. Banyak kapal nelayan di sini, diantaranya dapat disewa untuk keliling pantai dengan istilah "Perahu Ojeg Wisata" dengan harga yang terjangkau. Kondisi pantai mirip dengan  Pantai Tirtamaya (wajar lah sebagai tetangga sebelah) dengan dilengkapi beberapa spot foto.

3. Pantai Balongan Indah



Panas? pasti. Apalagi Pantai Balongan Indah ini dekat dengan Kilang Pertamina Balongan.  Yang pas memang datang di pagi atau sore hari untuk bermain air, nongkrong, makan dan berkreasi dengan kamera. Saya sendiri menemukan bagian yang menarik buat foto : deburan ombak yang menghantam bebatuan dan adanya perahu kayu yang sudah rusak.Tersedia tempat mandi dan toilet. Jangan lupa membuang sampah pada tempatnya ya, sayang jika tidak dijaga. Siapa lagi yang akan peduli jika bukan dimulai dari diri sendiri.

4. Pantai dan Hutan Mangrove Karangsong


Di sini, selain pantai anda akan menemukan tempat mangrove, disana anda hanya perlu untuk menyewa perahu rakyat yang menurut saya harganya sangat terjangkau. Banyak spot foto baik di pantai maupun mangrove. Dengan tempat yang berdekatan dengan tempat pelelangan ikan dan bersandarnya kapal nelayan untuk melakukan perbaikan/perawatan serta persiapan untuk "melaut" lagi, menjadikan tempat ini cukup padat dan sibuk. Pintar - pintar saja cari spot dan tempat untuk bermain. Anda bisa memancing, bermain air, dan jika lapar sangat banyak tempat makan disini. 

Tidak jauh menuju Karangsong dari Kota Indramayu, dengan kendaraan pribadi cukup 15 sd 25 menit menuju sisi utara. Sepanjang perjalanan anda juga akan menjumpai tempat - tempat makan sesuai selera baik menu yang berkaitan dengan olahan hasil laut maupun lainnya.

5. Tempat Pelelangan Ikan Indramayu



Berbagai macam ikan bisa anda temui disini dari yang harganya mahal sampai yang murah (ingat kalau beli ikan jangan lupa ditawar ya) dan semuanya masih segar karena baru turun dari kapal nelayan.

6. Jembatan Kuning Terusan Sindang



Ya saya paham tidak semua tertarik dengan jembatan, tapi jembatan ini sudah jadi ikon di Indramayu lo. Jadi menurut saya tidak ada salahnya menyempatkan kesini jika memang tidak kebetulan melewati Terusan Sindang. Struktur jembatannya unik dengan warna yang cukup mencolok. Harus sabar jika ingin mendapatkan foto terbaik di sini. Oya, jangan berhenti di jembatan ya karena secara peraturan memang tidak diperbolehkan berhenti di jembatan (catatan = semua obyek di foto tersebut di atas bergerak)

7. Taman Tjimanoek



Taman ini berada di tepi Sungai Cimanuk. Anda bisa berjalan menyusuri sungai dibawah rimbunnya pohon di siang hari, teduhnya membuat anda tidak terasa jika  sudah jalan jauh. Di pinggiran banyak orang berjualan berbagai jenis makanan, diantaranya seblak yang memang jadi makanan favorit saya. Anda bisa mencobanya  sambil nongkrong di pinggir sungai.

Demikian sekilas dr Indramayu, saya mau menikmati mangga dulu...

Sunday, 12 July 2020

Ada apa di Tanjung Lesung



Sebenarnya sudah lama sih saya mendengar nama tempat ini, bahkan saat melakukan pendakian ke Gunung Karang sempat ada keinginan untuk sekalian kesini. Kali ini perjalanan dimulai dari Jakarta dengan melintas jalan tol, keluar pintu tol Serang Timur dan melalui Pandeglang. Menempuh kurang lebih 4 jam dengan kendaraan pribadi. Lalu lintas tergolong cukup padat dengan adanya truk dan angkutan kota yang ada. Mata yang jenuh dengan pemandangan jalan raya dan kendaraan yang lalu lalang mulai sedikit terobati dengan hamparan pesisir pantai barat Pulau Jawa. Di sepanjang pantai yang ada ini dapat ditemukan tempat - tempat yang sudah dikelola untuk menikmati pantai dan menikmati makanan

Memasuki kawasan Tanjung Lesung, diawali dengan kawalan jajaran pohon yang meneduhkan. Cukup lengang dan bisa dipakai untuk Foto Prewed bagi yang menginginkan atau hanya sekedar diam dan menikmati pemandangan pohon dengan daun hijaunya. Melewati beberapa kumpulan monyet yang masih ada di sekitaran jalan akhirnya saya sampai di pantai tanjung lesung.

Dari sekian banyak hal, yang menarik bagi saya adalah hamparan karang kecilnya yang memanjakan jemari saya untuk memegangnya dan sedikit bermain meski kondisi sedang terik menusuk tubuh. Jangan berpikir untuk membawanya pulang ya, nikmati saja hanparan karang ini.


Tekstur alami yang tidak akan bisa dibuat manusia sendiri bukan? Tanjung lesung merupakan tempat wisata yang cukup lengkap, dalam satu area wisata anda bisa menemui penginapan disini dari mulai resort sampai ke glamping. Kalau anda tidak berpikir untuk menginap, di Tanjung Lesung juga menawarkan aktivitas-aktivitas yang cukup menarik seperti surfing, jetski, dan permainan air lainnya. Menarik saya untuk ikut, tapi saat ini saya cukup menjadi pecinta pantai yang sedang tidak ingin basah-basahan. Kalau anda kelaparan, tidak perlu khawatir karena di lokasi ada restaurant yang siap memanjakan perut anda, dan toilet pun tersedia




"Kubiarkan ombak itu mengusap

Dan kubiarkan kedua kakiku menari di atasnya

Dalam buaian keriakan kalbumu yang kupandang jauh"

Sunday, 5 July 2020

Ada apa di Pangandaran




Rasanya nama Pangandaran sudah tidak asing di dengar sebagian besar orang.  Sudah terbayang aja tentang birunya laut, deburnya yang khas, pantai yang bersih, bermain air dan tentunya berbagai olahan hasil laut yang banyak dijual dari ujung ke ujung. Oya, yang belum tahu, di pangandaran ini kita bisa lihat sunset dan sunrise lo, tergantung di pantai sisi mana kita berada. Yaaaa, saya sih menyarankan bermalam di sini jika memang ingin menikmati tempat ini dengan maksimal. Kebayang gak sih, betapa nanggungnya kalau bermalam di tempat lain dan di sini cuma mampir. Dengan banyaknya spot dan niatan untuk melihat datang dan perginya matahari.

Cukup banyak hotel dan penginapan dengan harga yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Kalau musim liburan, pastikan melakukan reservasi dulu. Fasilitas di hotel dan penginapan yang ada sudah lengkap, termasuk tempat parkir kendaraan.

Tempat makan? Hmmm, sampai bingung rasanya mau memilih. Tinggal disesuaikan sajalah dengan selera. Untuk urusan rasa, saya sih cocok, tapi namanya juga selera, silakan dicoba saja. 

Tempat oleh - oleh sangat banyak dari kaos, celana, souvenir, pernik-pernik dari kerang, gantungan kunci, topi, tas, kain dan tentunya makanan. Jangan sungkan untuk menawar harga, bersahabat koq, beri juga senyuman.

Untuk yang ingin nongkrong, bisa dimulai dari sekedar nongkrong di pinggir pantai  (yang saat ini sudah tersedia tempat duduk) sampai nongkrong di cafe. Yang mau merasakan nuansa berbeda, bisa juga memilih "kampung turis", dengan jarak yang tidak jauh dari TOL PANGANDARAN.

Ada yang penasaran? Ada jalan tol di Pangandaran? Hahahaha. Jangan tertipu ya, yang dimaksud disini adalah dua jalur utama dari bundaran patung ikan marlin sampai dengan boulevard Pangandaran. Karena jalur ini lebar dan lurus, maka disebut sebagai tol Pangandaran.

Spot bermain sangat banyak, dari naik perahu, snorkeling, memberi makan ikan, memancing, banana boat, menyusuri goa, jogging track, naik kuda, naik ATV, sewa sepeda, dll. Banyak kan?



Sunset disini memang indah, berdoa saja mendapat cuaca yang baik saat kesini. Waktu yang pas untuk mengambil foto sunset sangat terbatas. Jeda antara sinar matahari yang masih menyilaukan dengan menghilangnya termasuk cepat. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengabadikan sunset di Pangandaran ini.




Kegiatan bermain di pantai dibatasi dari jam 6 pagi sampai jam 17, mengingat diluar jam tersebut sudah tidak ada penjaga pantai. Mari tertib demi keselamatan.


Sedikit cerita, semoga bermanfaat. Jangan tinggalkan sampah di pantai.






Ada apa di Tasikmalaya




Sudah beberapa kali melalui kota ini saat melakukan perjalanan dari Yogyakarta ke Bandung via Jalur Selatan, tapi belum pernah bermalam di sini. Terlebih jika mendengar kata Tasikmalaya, ingatan saya langsung kembali ke masa saat Gunung Galunggung meletus dan abunya menyebabkan saya harus libur sekolah beberapa saat.

Banyak tempat wisata yang ada di sini termasuk di daerah-daerah sekitarnya jika mau dicari, tapi karena keterbatasan waktu, hanya beberapa tempat yang sempat saya datangi. Bagi yang akan menuju Tasikmalaya dari Jakarta, kurang lebih akan menempuh waktu 6 jam perjalanan melalui Tol Cipularang. Yang cukup jadi PR adalah banyaknya truk selepas jalan tol sehingga waktu tempuh menjadi lebih panjang.

Malam di Tasikmalaya ada apa saja? Banyak jenis makanan yang dijajakan di kota ini, mulai dari jajanan pinggir jalan, cafe sampai dengan rumah makan. Lokasinya menyebar di seluruh kota (tidak hanya terpusat di pusat makanan). Kota ini termasuk kota yang "hidup" sampai dini hari, dengan berbagai aktivitasnya.


Tidak lupa sebagai pendaki saya menjadikan kunjungan ke Gunung Galunggung menjadi agenda wajib yang harus saya lakukan selama di Tasikmalaya. Sayangnya kondisi jalan menuju tempat ini masih perlu menjadi perhatian di beberapa titik agar bisa mempercepat waktu tempuh. Dengan jarak sekitar 18 km dari pusat kota, cukup menarik perhatian para wisatawan untuk hadir. Ada beberapa tempat wisata di lokasi ini selain kawahnya. Ada dua tangga yang dikenal yaitu tangga kuning dan tangga biru. Saya sendiri menilai tangga biru lebih sedikit jumlah anak tangganya tetapi lebih curam, sedangkan tangga kuning jumlah anak tangganya lebih banyak dan lebih landai. Kalau menginginkan kondisi yang masih sejuk, saya menyarankan untuk datang ke kawah di pagi hari. Sejuknya hawa pegunungan, apalagi saat ada kabut, bisa jadi pengalih perhatian saat melangkah melalui tangga.


Setelah melalui tangga, kawah Gunung Galunggung dapat dilihat dengan mudah, apalagi ditemani minuman panas dan makanan ringan yang ada di atas dengan harga yang bersahabat. Ada jalur khusus yang bisa dilalui ojek dari bawah sampai ke atas, dan dimanfaatkan para penjaja makanan (pengunjung bisa juga koq).


Yang belum puas dengan pemandangan kawah dari atas, bisa turun lagi menuju kawah dengan melalui anak tangga di sisi dalam lereng. Tetap hati - hati karena anak tangga ini licin dan berlumut. Khusus untuk pendaki, ada jalur tersendiri untuk mencapai puncak tertinggi Gunung Galunggung.


Selain ke gunung, disini mau kemana lagi sih? Ada beberapa situ, tapi yang paling dekat dengan kota adalah Situ Gede. Ada cerita rakyat dimana pada bagian tengah situ ini terdapat satu pulau seluas satu hektar, dan di dalamnya terdapat makam Eyang Prabudilaya, seorang tokoh Agama Islam. Kisah yang berkembang di masyarakat tentang asal mula terbentuknya situ ini pun berkaitan erat dengan perjalanan hidup Eyang Prabudilaya. 


Kebanyakan pengunjung yang kesini datang untuk menikmati pemandangan situ sembari menikmati berbagai macam jenis makanan dan minuman yang dijajakan. Yang utama memang menu ikan mujair bakarnya, dengan ikan yang masih segar membuat rasanya nikmat. Bagi yang ingin naik perahu keliling situ juga sudah tersedia.


Jalan menyususi Tasikmalaya di siang hari, di beberapa jalan protokol cukup penuh dengan pertokoan yang menjual pakaian, sepatu, peralatan rumah tangga, peralatan elektronik, handphone, alat tulis, kain,toko obat, toko alat tulis, peralatan kantor dan sebagainya. Iseng saja ambil beberapa foto sekolah yang ada, kesan pertama = rapi dan bersih.




Pendakian Gunung Lemongan

  Kali ini saya mendaki Gunung Lemongan yang berada di dua kabupaten yaitu Lumajang dan Probolinggo. Saya mengambil jalur Klakah - Lumajang ...