Friday, 17 July 2020

5 Kekuatan Porter Pada Industri Konstruksi Di Indonesia


Kontribusi sektor konstruksi bagi pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) cukup signifikan. Ekonomi yang produktif tidak mungkin dicapai apabila tidak didukung ketersediaan infrastruktur yang memadai. Oleh sebab itu infrastruktur merupakan kunci bagi pertumbuhan ekonomi, termasuk pemerataan pembangunan

Michael Porter mengembangkan model Lima Kekuatan Porter yaitu suatu kerangka kerja untuk menganalisa industri dan pengembangan strategi bisnis. Ada lima kekuatan yang menentukan intensitas persaingan dalam suatu industri, antara lain:

Ancaman pesaing/rival

Faktor persaingan antar pesaing dalam industri yang sama inilah yang menjadi sentral kekuatan persaingan. Semakin tinggi tingkat persaingan antar perusahaan mengindikasikan semakin tinggi pula profitabilitas industri, namun profitabilitas perusahaan mungkin menurun.

Ancaman pendatang baru

Secara makro, datangnya pemain baru akan membuat persaingan menjadi lebih ketat dan akhirnya berujung pada turunnya laba yang diterima bagi semua perusahaan.

Daya tawar konsumen

Pembeli juga dapat memaksa harga turun, menuntut kualitas yang lebih tinggi, atau pelayanan yang lebih baik. Tuntutan tersebut akan menyebabkan persaingan yang kuat di antara perusahaan yang ada dalam suatu industri yang sama.

Daya tawar pemasok

Pemasok yang berkuasa dapat menggunakan kekuatan menawarnya dengan menekan perusahaan yang ada dalam suatu industri dengan menaikkan harga atau mengurangi kualitas berang atau jasa yang dibeli.

Ancaman produk pengganti

Semua perusahaan dalam suatu industri sesungguhnya bersaing dengan produk pengganti. Meskipun karakteristiknya berbeda, namun produk pengganti dapat memberikan fungsi dan manfaat yang sama


Bagaimana untuk industri konstruksi di Indonesia?


Ancaman Pesaing/Rival : Kuat

Dalam industri konstruksi, tender merupakan hal yang sangat menentukan sehingga memenangkan suatu proyek dalam tender sangatlah penting bagi perusahaan konstruksi. Perusahaan pada akhirnya akan berusaha untuk dapat memberikan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pesaing untuk bisa mendapatkan proyek yang diinginkan. Oleh karenanya, semakin besar penggabungan antara indirect cost dan margin laba akan menaikkan persaingan antar perusahaan di industri konstruksi ini. Sementara produk dari industri konstruksi sendiri bisa dikatakan mirip yang disampaikan dengan variasi bentuk baik retail, perumahan ataupun tempat wisata.

Ancaman Pendatang Baru : Lemah

Kebutuhan modal yang digunakan untuk bermain di sektor ini sangatlah besar, penggunaan teknologi dan juga pengalaman teknis yang tinggi. Selain itu, industri konstruksi merupakan industri yang mempunyai risiko tinggi dan dipenuhi dengan ketidakpastian. Pembeli tidak pernah loyal terhadap satu perusahaan konstruksi karena mereka cenderung mencari kontrak dengan nilai terendah dan ketika satu proyek sudah selesai, proyek yang baru diganti dengan perusahan konstruksi yang baru yang berani memberikan harga rendah.

Daya Tawar Konsumen : Kuat

Pemilik proyek mempunyai informasi yang sangat banyak untuk mengambil keputusan sehingga pemilik proyek mempunyai bargaining position yang sangat tinggi. Perbandingan antara pemilik proyek dan kontraktor yang tidak seimbang. Pemilik proyek juga berhak unutk menunda proses pengerjaan apabila dianggap biaya terlalu tinggi dan menunggu saat yang tepat agar biaya yang dikeluarkan bisa lebih sedikit.

Daya Tawar Pemasok : Lemah

Barang-barang yang dibutuhkan banyak dijual di pasaran dan biaya yang ditanggung apabila ingin mengganti dengan pemasok lain terhitung rendah. Kontraktor, sub-kontraktor dan pabrik bekerja bersama-sama untuk dapat menyelesaikan proyek yang ada. Semakin sedikit jumlah pemasok/supplier dan sub-kontraktor, semakin penting produk yang dipasok, dan semakin kuat posisi tawarnya.

Ancaman Produk Pengganti : Kuat

Kemajuan teknologi yang terus berkembang juga berpengaruh pada industri konstruksi yang ada sekarang ini karena penggunaan teknologi bisa membuat biaya lebih murah dibanding dengan menggunakan cara yang konvensional. Untuk mendapatkan biaya yang murah dapat juga dilakukan dengan mengganti kontraktor saat proyek tersebut telah selesai, tidak harus bertahan dengan satu kontraktor untuk seluruh proyek.




Thursday, 16 July 2020

Emotional Intelligence for Project Manager : the people skills you need to achieve outstanding results by Anthony C Mersino



Penelitian mengungkapkan bahwa kesuksesan manajemen sekitar 70-80 persen dipengaruhi oleh Emotional Intelligence. Dengan kata lain, keahlian teknik bukanlah segalanya, seorang Project Manager (PM) membutuhkan interpersonal skill yang kuat dan kemampuan untuk memahami emosi untuk dapat membawa kesuksesan bagi tim yang dipimpinnya. Kali ini saya ingin mengupas sedikit mengenai Emotional Intelligence yang dibahas dalam buku yang ditulis oleh Anthony Mersino (2010) yang berjudul “Emotional Intelligence for Project Managers; the people skills you need to achieve outstanding results”.

Emotional Intelligence merupakan kemampuan untuk mengetahui emosi diri sendiri dan orang lain serta menggunakan hal tersebut untuk mengatur pikiran dan tindakan seseorang.

Anthony Mersino mengungkapkan bahwa Emotional Intelligence terdiri dari 5 aspek, yaitu:

Self-Awareness

Aspek ini mengharapkan kita untuk dapat mengerti kondisi emosi diri kita sendiri. Ada tiga hal atau kompetensi yang perlu diketahui dalam self-awareness, antara lain: (1) Emotional Self-awareness - lebih mengenai bagaimana kita sadar dan berhati-hati dengan keadaan emosi kita karena emosi kita dapat berubah-ubah layaknya cuaca; (2) Self-assessment – bagaimana kita dapat melihat diri kita secara akurat dan mencari feedback dari orang lain untuk dapat meningkatkan kinerja kita; dan (3) Self Confidence- setiap project manager perlu mempunyai percaya diri karena tidak ada orang yang mau mengikuti pemimpin yang tidak punya rasa percaya diri;

Self-Management

Self-Management terjadi saat kita menggunakan kesadaran akan perasaan kita untuk mengatur diri kita. Self-management itu bagaimana cara kita mengontrol emosi kita sendiri agar bukan kita yang dikontrol oleh perasaan tersebut.

Social Awareness

Lebih menekankan mengenai kemampuan kita untuk bisa membaca situasi dan orang serta mengerti dan berempati dengan perasaan orang lain. Seperti yang kita ketahui bahwa proyek itu bersifat sementara (paling tidak harusnya bersifat sementara). Sebagai seorang PM, biasanya kita tidak mempunyai kesempatan untuk membangun hubungan yang bersifat lama dengan anggota tim (long time relationship). Melainkan kita diharuskan untuk dapat bekerja dengan tim yang baru dan stakeholder yang baru yang biasanya dapat berganti dalam kurun waktu 6-9 bulan. Di setiap proyek yang baru membutuhkan kita untuk terus dapat bergerak dengan cepat dan dapat membangun hubungan yang sifatnya produktif. Kemampuan kita untuk dapat bergerak dengan cepat dan secara akurat membaca dan memahami orang lain merupakan hal yang penting untuk kesuksesan kita.

Relationship Management

Lebih mengenai bagaimana kita menggunakan emosi kita untuk dapat mengerti orang lain sehingga kita dapat menjalin hubungan dengan orang tersebut.

Kompetensi pertama dalam Relationship Management adalah Stakeholder Relationship. Tujuan dari Stakeholder Relationship adalah membuat hubungan strategis yang bermakna agar dapat menaikkan kemungkinan untuk sukses dalam menjalankan proyek dan menyediakan lingkungan yang menyenangkan.

Kompetensi kedua dari relationship management yaitu Developing Others. Dengan membangun orang lain maka sebagai PM artinya kita menginvestasi dan menumbuhkan tim. Banyak PM yang setuju bahwa Developing Others merupakan komponen penting dalam pekerjaannya. Bahkan di PMBOK Guide menyebutkan Development of Others di section 9.3, Develop Project team. Tujuan yang tertera dalam PMBOK Guide adalah meningkatkan kemampuan anggota tim dan Teambuilding

Kompetensi ketiga dari relationship management adalah mengatakan fakta yang ada. Menjadi jujur dengan setiap orang yang berinteraksi dengan kita terdengar sederhana tapi sebenarnya hal ini tidak sesederhana itu untuk dilakukan.

Team Leadership

Hal ini lebih mengenai mendapatkan orang-orang yang tepat di dalam tim kita, dengan sukses berkomunikasi dan memotivasi mereka serta menyelesaikan konflik dan hambatan-hambatan yang terjadi supaya tim dapat bekerja dengan lebih baik dan mencapai tujuan proyek.

Kompetensi pertama dari team leadership adalah komunikasi efektif. Tanpa diragukan, seorang PM harus bisa menjadi orang yang bisa berkomunikasi dengan baik. Komunikasi merupakan salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki oleh seorang PM. Sangat susah membayangkan seorang PM yang sukses yang tidak mempunyai kemampuan komunikasi yang baik.

Kompetensi kedua dari team leadership adalah managing conflict. Konflik merupakan hal yang tidak dapat dihindari dalam suatu proyek atau pekerjaan apapun. Sehingga manajemen konflik sangatlah penting dalam pekerjaan sebagai seorang PM. Seorang PM yang baik adalah PM yang dapat mengubah konflik tersebut menjadi konflik yang membangun bukan konflik yang merusak tim tersebut.

Kompetensi ketiga dari team leadership adalah inspirational leadership. Kemampuan untuk dapat menginspirasi orang lain dengan menyatukan visi antara individu dan tim. PM yang menginspirasi dapat menjadikan pekerjaan sebagai suatu pekerjaan yang menyenangkan, menciptakan moral yang tinggi dalam tim dan juga untuk menarik ataupun menjaga sumber kerja yang baik.


Semoga bermanfaat...... 

Etika Bisnis Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol






I.1. Latar Belakang Masalah

Proyek pembangunan jalan tol merupakan satu dari beberapa fasilitas yang disediakan oleh pemerintah untuk mempermudah perjalanan masyarakat. Mendesain dan memulai proyek pembangunan jalan bukanlah merupakan pekerjaan yang sebentar tapi lebih ke proses yang sangat panjang. Pemerintah terutama Menteri Pembangunan dan Perumahan Rakyat perlu untuk berusaha mencari investor agar masalah biaya dapat terselesaikan, khususnya mengenai isu pembebasan lahan. Jalan tol sangatlah membutuhkan tanah yang biasanya dimiliki oleh penduduk seperti rumah ataupun sawah. Hal tersebut yang pada akhirnya membutuhkan usaha yang perlu diperhatikan untuk bernegosiasi dari pemilik tanah dan pastinya negosiasi tersebut tidak mudah.

I.2. Isu Utama

Pada kasus ini isu utama yang ingin diangkat adalah mengenai hambatan pada pembangunan jalan tol yang disebabkan oleh pembebasan lahan di beberapa area dikarenakan adanya ketidaksesuaian harga antara pemerintah dan komunitas.

I.3. Rumusan Masalah

Dari penjelasan diatas, maka dapat dirumuskan beberapa hal, yaitu :

  1. Apa dampak dari pembangunan jalan tol tersebut terhadap Negara dan penduduk sekitar?
  2. Apakah keputusan pemerintah Indonesia pada pembangunan infrastruktur mengakibatkan etika bisnis pada implementasinya? Apabila iya, isu apa yang muncul?
  3. Apabila pembangunan jalan tol menimbulkan isu etika ditinjau dari teori Utilitarian, Right and Duties, Justice & Fairness dan Caring Theory hal apa yang sekiranya dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menghadapi masalah tersebut?

II. Kajian Pustaka Teori Etika

Etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat. Etika berkaitan dengan nilai-nilai, tata cara hidup yg baik, aturan hidup yg baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari satu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain

II.1. Utilitarianism

Berasal dari bahasa Latin utilitas yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Utilitarianisme merupakan teori yang mementingkan suatu perbuatan yang membawa manfaat atau berguna bagi masyarakat secara keseluruhan, yang diperhitungkan adalah cost and benefit yang memperhitungkan tindakan yang dilakukan saat ini telah dilakukan secara efisien dan dapat memberikan keuntungan bagi masyarakat kedepannya.

Jeremy Bentham, pendiri utilitarianisme, memberikan definisi ini "utilitas": ini adalah jumlah semua kesenangan yang dihasilkan dari sebuah tindakan, dikurangi penderitaan dari siapa saja yang terlibat dalam aksi tersebut. Sementara Filsuf John Stuart Mill mengembangkan konsep ini lebih jauh, dia tidak hanya memasukkan jumlah kesenangan, tapi juga kualitas kesenangan. Dia memusatkan perhatian pada peraturan, bukan tindakan individual. Lainnya telah mengajukan sebuah teori yang disebut utilitarianisme negatif. Mereka mendefinisikan utilitas hanya dalam hal penderitaan. 

Menurut Elizabeth Anscombe, utilitarianisme di sebut juga sebagai konsekuensialisme. Konsekuensialisme menyatakan bahwa konsekuensi dari tindakan apa pun adalah satu-satunya standar benar dan salah. Bandingkan pandangan ini dengan etika kebajikan, yang memperjuangkan kebajikan sebagai kebaikan moral. Beberapa percaya bahwa niat seseorang juga penting secara etis. Tidak seperti bentuk konsekuensial lainnya, seperti egoisme, utilitarianisme menganggap semua kepentingan sama. 

II.2. Right and Duties

Teori Kant menyatakan bahwa “manusia haruslah diperlakukan sebagai tujuan dan tidak boleh hanya sebagai sarana”. Argumen ini menyatakan bahwa masing-masing individu memiliki hak moral untuk diperlakukan sebagai orang yang merdeka dan sejajar dengan semua orang lain dan bahwa semua individu memiliki kewajiban moral korelatif untuk memperlakukan satu sama lain sebagai individu yang merdeka dan sederajat.

Teori hak merupakan suatu aspek teori deontology karena terkait dengan kewajiban. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Oleh karenanya, hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis. Teori ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku.

Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

II.3. Justice and Fairness

John Rawls menyatakan bahwa diantara prinsip-prinsip keadilan yang menjelaskan porsi asal, yang paling penting adalah prinsip kesamaan hak untuk memperoleh kesempatan. Prinsip keadilan menganggap bahwa diskriminasi melanggar prinsip keadilan dengan cara menutup kesempatan bagi kaum minoritas untuk menduduki posisi-posisi tertentu dalam sebuah lembaga sehingga otomatis berarti mereka tidak memperoleh kesempatan yang sama seperti orang lain.

II.4. Theory of Care

Pendekatan etika perhatian memperoleh sejumlah kritik berdasarkan beberapa alasan. Pertama, dikatakan bahwa etika perhatian bisa berubah menjadi favoritisme yang tidak adil atau bersikap parsial atau berat sebelah. Kritik kedua mengklaim bahwa persyaratan etika perhatian bisa menyebabkan kebosanan. Etika perhatian tampak mengharuskan semua orang mengorbankan kebutuhan dan keinginan mereka demi kesejahteraan orang lain. Keuntungan etika perhatian adalah mendorong untuk fokus pada nilai moral dari sikap parsial terhadap orang dekat dan arti penting moral dalam memberikan tanggapan pada mereka secara khusus yang tidak diberikan pada orang lain. Etika perhatian sangat terkait dengan etika komunitarian. Etika komunitarian adalah etika yang melihat komunitas dan hubungan yang fundamental.

III. Pembahasan

III.1. Apa dampak dari pembangunan jalan tol tersebut terhadap negara dan penduduk sekitar?

III.1.1.Dampak pembangunan terhadap negara

Pembebasan lahan yang mempunyai tujuan untuk kepentingan umum, bertujuan untuk memberikan lahan bagi pelaksanaan pembangunan. Hal tersebut berguna untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesejahteraan bangsa, negara dan masyarakat dan sekaligus menjamin kepentingan hukum dari mereka yang mengendalikan atau memiliki obyek pengadaan tanah. Objek pembebasan lahan adalah tanah, ruang di atas dan di bawah tanah, bangunan, tanaman, benda yang berhubungan dengan tanah, atau lainnya yang bisa dinilai. Pihak yang berhak melepaskan tanah pada saat pembebasan tanah untuk kepentingan umum setelah mendapat ganti rugi atau dengan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Kompensasi ini layak dilakukan dan diharapkan untuk mendapatkan pengganti yang adil kepada para pihak yang berhak atas proses pembebasan lahan. Beberapa hal yang berhubungan dengan operasi jalan tol, yaitu:

  1. Tujuan Operasi Jalan Tol : (1) Untuk mengurangi kemacetan di daerah berkembang; (2) Mendukung pertumbuhan ekonomi dengan memperbaiki distribusi barang dan jasa; dan (3) Untuk meringankan beban dana Pemerintah melalui peserta jalan tol.
  2. Manfaat Jalan Tol : (1) Pembangunan jalan tol akan mempengaruhi daerah pengembangan dalamperbaikan dan pertumbuhan ekonomi; (2) Meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas orang dan barang; (3) Pengguna jalan tol mendapatkan keuntungan dari penghematan dari segi biaya operasional kendaraan dan waktu tiba apabila dibandingkan dengan jalan non-tol; dan (4) Badan usaha akan mendapatkan laba atas investasi melalui pendapatan tol yang bergantung pada kepastian tingkat tol.

III.1.2. Dampak terhadap komunitas

Berdasarkan pengguna jalan tol, kita bisa membagi masyarakat menjadi dua yaitu orang yang benar-benar menggunakan jalan bebas hambatan dan mereka yang tidak menggunakannya. Bagi mereka yang menggunakan jalan tol, mereka akan menemukan jalan tol untuk keuntungan mereka. Manfaat dari penggunaan jalan tol tersebut seperti tercantum di bawah ini:

  1. Orang mendapatkan apa yang mereka bayar. Untuk menggunakan jalan tol, seseorang harus membayar di gerbang masuk. Pembayaran ini akan kemudian digunakan oleh operator jalan tol untuk melakukan pemeliharaan jalan tol sehingga tetap dalam kondisi baik.
  2. Membantu mempercepat arus lalu lintas dengan bantuan teknologi. Saat ini, banyak jalan tol diIndonesia telah menggunakan teknologi GTO (Automatic Toll Road Substation) dimana pengguna jalan tol tidak harus membayar dengan uang tunai Sebagai gantinya, bayar tiket masuk tol dengan topup kartu, sehingga mengurangi antrian dan lalu lintas di pintu masuk tol.
  3. Menghemat waktu dan uang. Seperti disebutkan sebelumnya, jalan tol dibangun untuk memperbaiki mobilitas, baik untuk orang dan barang. Dengan mempercepat arus lalu lintas dan mengurangi volume mobil, ini akan membantu pengguna menghemat waktu dan uang untuk mencapainya tujuan.
  4. Mengurangi polusi. Dengan menggunakan jalan tol, waktu di jalan relatif lebih singkat sehingga jalan tol dapat membantu mengurangi polusi akibat kendaraan.
  5. Mendukung kegiatan usaha. Jalan tol dapat membantu meningkatkan mobilitas karena bisa menghemat lebih banyak waktu. Dengan kata lain, orang dan barang bisa mencapai tujuan lebih cepat. Salah satu dampaknya adalah pengurangan biaya untuk akomodasi. Sehingga menggunakan jalan tol dapat menghemat waktu dan uang yang anntinya dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan produktifitas perusahaan. Akan tetapi, untuk orang yang tidak menggunakan jalan tol mungkin tidak akan mendapatkan dampaknya secara langsung atau signifikan. Bahkan mungkin orang yang tinggal di sekitar jalan tol akan mengalami kerugian bukanlah keuntungan.

III.2. Apakah keputusan pemerintah Indonesia pada pembangunan infrastruktur mengakibatkan etika bisnis pada implementasinya? Apabila iya, isu apa yang muncul?

Infrastruktur merupakan alat utama untuk menunjang pembangunan suatu negara. Infrastruktur sangat penting untuk meningkatkan pembangunan ekonomi, baik di pemerintah pusat maupun daerah. Ketersediaan infrastruktur yang memadai merupakan kebutuhan mutlak untuk mendukung aktivitas sehari-hari, yang juga berarti itu infrastruktur merupakan bagian penting dari sistem pelayanan masyarakat. Salah satu infrastruktur yang memainkan peran besar seperti pemerintahan, ekonomi, industri, dan kegiatan sosial lainnya di masyarakat dan pemerintah adalah jalan tol. Untuk mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia, Presiden Joko Widodo mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Masalah etika yang mungkin timbul karena pembebasan lahan adalah keadilan bagi pemilik lahan asli yang terkena dampak proyek jalan tol. Orang-orang itu sudah tinggal di daerah untuk waktu yang lama, namun karena proyek tol mereka harus meninggalkan rumah mereka dan pindah ke tempat lain meskipun jika mereka tidak mau. Beberapa bersedia untuk bergerak sementara yang lain tidak. Bahkan bagi mereka yang mau bergerak, mereka mungkin tidak begitu senang dengan hal itu. Bagi yang tidak mau bergerak, biasanya akan menjadi konflik yang telah lama ditarik yang berpotensi menunda proyek. Alasan mereka yang tidak mau pindah terutama karena mereka berpikir begitu pemilik proyek tidak mengimbangi mereka dengan harga yang pantas yang pantas mereka dapatkan mendapatkan ini juga menjadi masalah bagi pemilik proyek karena pada saat bersamaan mereka coba tekan biaya yang harus mereka keluarkan.

Bagi orang yang lahir dan besar di daerah yang terkena dampak jalan tol, karena mereka sudah tinggal di sana untuk waktu yang lama, mereka akan merasa memiliki tempat dan tidak mau dipaksa untuk pindah. Secara etis, mengambil hak seseorang seperti hak kebebasan memilih dianggap tidak etis. 

III.3. Apabila pembangunan tol menimbulkan isu etika ditinjau dari teori Utilitarian, Right and Duties, Justice & Fairness dan Caring Theory hal apa yang sekiranya dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menghadapi masalah tersebut?

Dari sudut pandang utiliarianisme, perilaku yang tepat adalah perilaku yang akan membawa manfaat untuk jumlah terbesar. Untuk utilitarianisme, etis yang baik adalah bermanfaat dan menguntungkan, sedangkan yang buruk adalah yang tidak menguntungkan dan tidak berguna. Proyek jalan tol yang dibangun untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Indonesia. Pembangunan jalan tol akan menjadi sebuah keuntungan bagi negara karena jalan tol akan menjadi bagian dari rute logistik yang lebih luas dan kompleks dimana Indonesia harus mendistribusikan barang. Jika tidak ada jalan tol, butuh lebih banyak waktu dan uang untuk mencapai tempat tertentu karena lalu lintas. Begitu jalan tol tersedia, tidak hanya perusahaan tapi juga pengguna lain, akan dapat mulai menggunakannya untuk menghemat lebih banyak waktu dan biaya perjalanan mereka.

Apabila ditinjau dari perspektif yang pernah tinggal di daerah jalan tol, mungkin tidak sepenuhnya hal tersebut dapat menguntungkan bagi orang tinggal di sekitar jalan tol karena mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan di tempat baru. Namun jumlahnya lebih sedikit apabila dibandingkan dengan keuntungan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang bisa menggunakan jalan trans Sumatera. Oleh karenanya hal tersebut masih dianggap etis, utilitarianisme untuk orang banyak.

Sedangkan dari perspektif hak dan kewajiban, untuk orang-orang yang diminta pindah karena adanya pembangunan jalan tol, pemerintah dianggap telah melanggar hak mereka untuk dapat memilih tempat tinggal mereka secara bebas. Namun bila ditinjau dari kasus ini, orang pada dasarnya tidak mempunyai pilihan lain kecuali pindah ke tempat yang lebih jauh karena kalau tidak maka pembangunan jalan tol tersebut tidak dapat terlaksana. Sementara sebagai penduduk yang baik, mereka sebaiknya mendukung pembangunan itu karena hal tersebut berdampak pada masyarakat banyak.

Dari perspektif pemerintah, saat penduduk memutuskan untuk tidak mau pindah ke tempat asal mereka, sebenarnya mereka sudah dianggap melanggar hak dari pemerintah yang ingin memberikan pelayanan sosial bagi negara. Tugas dari pemerintah adalah dengan memastikan bahwa situasi dan kondisi negara baik dari segi politik, ekonomi maupun yang lain harus dapat menaikkan kehidupan masyarakat. Maka dari itu dengan penundaan pembangunan yang ada maka sebenarnya keetisan itu dipertanyakan karena kita harus dapat mendukung perkembangan negara meski itu artinya harus berkorban untuk sesuatu yang memang kita miliki.

Keadilan dan kesetaraan lebih sulit untuk didefinisikan karena saat orang mau pindah dan memiliki tempat yang baru apakah itu bisa dianggap adil? Bagaimana jika hal tersebut malah tidak baik? Bagi penulis, dianggap adil ketika kedua belah pihak telah sampai pada kesepakatan terhadap syarat dan kondisi yang diusulkan oleh masing-masing pihak. Misalnya dengan pemerintah membangun kawasan sentra bisnis di dekat tempat tinggal yang baru karena mungkin beberapa dari mereka bisa kehilangan pekerjaan saat mereka pindah. Pemberitahuan yang jujur mengenai harga jual sebenarnya juga dapat dianggap sebagai hal yang adil, karena saat menawar tanpa memberikan informasi terhadap penduduk sekitar maka hal tersebut baru dianggap tidak adil.

Dari segi caring menunjukkan bahwa satu pihak harus peduli dengan kesejahteraan pihak lain. Dalam hal ini, pemerintah harus peduli terhadap kesejahteraan dari penduduk di sekitar jalan tol. Misalnya dengan membantu mencarikan tempat untuk relokasi bagi penduduk-penduduk tersebut.

Dari keempat teori tadi, sisi positifnya adalah pemerintah membangun untuk masyarakat banyak bukan hanya dalam skala kecil. Dalam satu titik, pemerintah mungkin melanggar hak warga negara untuk tinggal. Namun, pemerintah setidaknya bisa bernegosiasi dengan pemilik lahan untuk menemukan solusi win-win, sehingga tidak melanggar hak mereka yang harus pindah dari tempat tinggal mereka sekarang. Banyak hal yang bisa didapatkan dari pembangunan jalan tol, salah satunya dengan mendukung pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kekayaan dari orang-orang mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan kerja baru. Dengan membangun jalan tol, pemerintah telah menunjukkan komitmen tugasnya memperbaiki infrastruktur yang akan menjamin aktivitas ekonomi Indonesia. Selanjutnya tentang caring meski orang-orang nanti akan memutuskan untuk pindah, yang terbaik adalah jika pemerintah masih ikut ambil bagian dalam mengurus orang-orang yang ada disana, misalnya seperti meyakinkan bahwa mereka mendapatkan tempat tinggal.

IV. Kesimpulan

Dari pembahasan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

Teori Utilitarian

Pembangunan tersebut memberikan dampak untuk masyarakat Indonesia secara keseluruhan

Teori Hak dan Kewajiban

Pembangunan akan berpengaruh terhadap lingkungan hijau karena proses konstruksi dapat berpotensi untuk menjadi sumber polusi.

Teori Keadilan dan Kesetaraan

Beberapa orang sudah merasa puas dengan kompensasi yang diberikan sementara yang lain masih belum merasa puas dengan kompensasi tersebut.

Caring theory

Pemerintah seharusnya dapat menunjukan caring mereka terhadap orang-orang tersebut.


V. Daftar Pustaka

David Maraunuela, 2016, www.academia.edu, diakses pada tanggal 27 Desember 2017.

Komang Armaeni, 2016, warmadewa.ac.id, diakses tanggal 28 Desember 2017.

Made Kusuma Wiranata, Kadek Dwiana Putra, I Putu Gede Cahyadi Putra, 2015, dokumen.tips.html, diakses tanggal 26 Desember 2017.

Majid BS, 2017, majidbsz.wordpress.com, diakses pada tanggal 11 Desember 2017.

Muliawati, 2015, www.academia.edu, diakses tanggal 29 Desember 2017.

Velasquez, Manuel G., 2017, Etika Bisnis, Konsep dan Kasus, edisi 5.

https://katadata.co.id/berita/2015/11/20/jokowi-tunjuk-hutama-karya-garap-semua-ruas-tol-sumatera

https://katadata.co.id/berita/2016/06/07/tol-sumatera-sudah-bisa-dipakai-mudik-lebaran

https://tirto.id/jalan-tol-trans-sumatera-pembebasan-lahan-baru-75-persen-cizF

https://finance.detik.com/infrastruktur/3797828/pembebasan-lahan-tol-trans-jawa-dan-sumatera-ditarget-rampung-bulan-ini

http://www.tribunnews.com/bisnis/2017/11/10/lahan-masih-jadi-isu-utama-tol-trans-sumatera

https://kominfo.go.id/content/detail/4887/pembangunan-tol-trans-sumatera-dan-trans-jawa-presiden-kalau-tidak-capai-target-ya-diganti/0/berita

 



Bisnis Konstruksi Di Masa Pandemi Covid-19



Pandemi Covid-19 telah memberikan efek domino pada aspek kesehatan, sosial, ekonomi dan keuangan. Penyebaran Covid-19 yang mudah, cepat, dan luas menciptakan krisis kesehatan dengan belum ditemukannya vaksin, obat serta keterbatasan alat dan tenaga medis. Langkah untuk flattening the curve dari cepat dan luasnya penularan memiliki konsekuensi pada berhentinya aktifitas ekonomi yang menyerap tenaga kerja di berbagai sektor tak terkecuali sektor – sektor informal. Kinerja ekonomi menurun tajam, konsumsi terganggu, investasi terhambat, ekspor impor terkontraksi, pertumbuhan ekonomi melambat/menurun tajam. Disamping itu sektor keuangan juga terdampak melalui menurunnya kinerja sektor riil dimana profitabilitas dan solvabilitas perusahaan mengalami tekanan.

Untuk bisnis konstruksi sendiri tetap harus berjalan sesuai dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing kegiatan, relokasi anggaran, serta pengadaan barang dan jasa dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang penjelasan atas pengadaan barang/jasa dalam rangka penanganan Covid-19, Peraturan LKPP Nomor 13 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa dalam penanganan keadaan darurat dan Instruksi Menteri (Inmen) No : 02/IN/M/2020 tentang protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Dengan kondisi ini maka dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus dilakukan proses pencegahan dan penanggulangan Covid-19 dengan tahapan (1) Pembentukan satgas pencegahan Covid-19; (2) Mengedukasi semua otang untuk menjaga diri dari Covid-19; (3) Menyediakan fasilitas pencegahan penyebaran Covid-19; dan (4) Menjalankan protokol pencegahan dan penyebaran Covid-19.



Covid-19 telah mempengaruhi dunia konstruksi. Terjadi beberapa kendala dalam pelaksanaan pekerjaan yaitu : (1) Tenaga keterkaitan dengan jam kerja yang berkurang akibat pembatasan aktifitas di luar, kesulitan menambah tenaga kerja akibat larangan operasional angkutan umum, dan waktu produktif tenaga berkurang karena harus melakukan isolasi mandiri bagi tenaga baru; (2) Bahan dan alat keterkaitan dengan pembatasan kapasitas pengiriman material, keterlambatan pengiriman material terutama material import, dan mobilisasi alat terhambat.

Dalam kondisi New Normal, pegawai dipastikan tetap produktif dan terjamin kesehatannya. Studi yang dilakukan Lenovo menunjukkan pengalaman karyawan telah berubah bahkan sebelum pandemi terjadi. Dalam 15 tahun terakhir, jumlah mereka yang bekerja secara rutin dari rumah telah tumbuh 159 % di Amerika. Hal yang sama juga terjadi di berbagai negara di Asia termasuk Indonesia (Ronald Wong, General Manager Lenovo Hongkong dan Makau dalam keterangan resmi kepada Marketeers 30 April 2020). Di Indonesia, hasil survey Jakpat pada 18 – 21 Maret 2020 menunjukkan 33 % karyawan di Jabodetabek sudah memulai bekerja dari rumah bahkan sebelum kebijakan resmi dari pemerintah.



Kegiatan kantor yang dilakukan saat kondisi New Normal dilakukan dengan beberapa cara yaitu : (1) Pengaturan jadwal WFH dan WAO dengan rolling piket pegawai dan pengaturan shift; (2) Penggunaan APD; (3) Menjaga kebersihan; (4) Menjaga pola hidup sehat; dan (5) Monitoring atasan langsung. 





Kegiatan proyek yang dilakukan saat kondisi New Normal dilakukan dengan beberapa cara yaitu : (1) Penggunaan APD secara wajib (masker, sarung tangan, dan pelindung diri lainnya); (2) Physical Distancing dengan tetap menjaga jarak dalam setiap aktifitas yang dilakukan bersama – sama; (3) Menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer; (4) Menjaga pola hidup sehat dengan olah raga dan istirahat yang cukup; (5) Pembatasan jam kerja menyesuaikan dengan peraturan daerah yang berlaku di lokasi pekerjaan; dan (6) Test kesehatan









Work Management dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Memaksimalkan digitalisasi : (1) Melakukan rapat dan koordinasi penyelesaian tugas dengan platform digital (zoom, ms team, gdrive, dll); (2) meminimalisir paper work terkait hal administratif melalui digital approval; (3) absensi secara online;  dan (4) mengkaji flexi time.

Monitoring pekerjaan : (1) Penyediaan platform untuk mengontrol time table dan progress kerja (trello, clockify, dll); (2) Melakukan MRM secara berkala (monitoring progress dan kondisi pegawai); (3) Set priority wisely (tidak semua harus dirapatkan secara online, ada beberapa yang dapat dimonitoring melalui platform yang tersedia); dan (4) bekerja sesuai target yang telah ditentukan.












Pendakian Gunung Lemongan

  Kali ini saya mendaki Gunung Lemongan yang berada di dua kabupaten yaitu Lumajang dan Probolinggo. Saya mengambil jalur Klakah - Lumajang ...