Friday, 14 February 2020

Iya

Bersan(dar)
Disa(na)
Sudah sa(dar)?
Kita dima(na)

Bisa bica(ra)?
Tantang ra(sa)
Iya, sudah memba(ra)
Habis tak si(sa)

Rin(du)
Dalam erat yang digengg(am)
Perlahan masih sen(du)
Menunggu tatapan mengadu langg(am)

Thursday, 6 February 2020

Telungkup

Pelita tergusur kab(ut)
Merenung bersama des(ah)
Berlari dan terbelokkan dalam lemb(ut)
Diusir sentuh yang dires(ah)

Melalang menyentuh des(ir)
Mencari yang tan(pa)
Dalam pola menolak ujung akh(ir)
Menahan meski di tem(pa)

Mengayun tak terlupa(kan)
Sangg(up)?
Sudah cukup diucap(kan)?
Iya, sedang telungk(up)

Thursday, 23 January 2020

Bila

Bila nanti aku kembali, untuk membangunkan kamu...... geram hanya jadi awan, tak mampu jatuhkan butiran2 yang ada, membeku terpana beberapa bisikan.  Menjamah harap..... mendusta bertahap kian merangkak, lemas akan angan yang menjulur menjaring

Wednesday, 22 January 2020

Menyerpih

Sepi yang pekat menggarami kepalaku dengan ingatan-ingatan yang hanya bisa kujenguk sembari tersedu

Gelap adalah hamparan rahasia

Kamu meletakkan malam di ingatanku yang paling sembunyi

Sedang suara-suara yang mengepung mengekalkan pertanyaan demi pertanyaan

Sebuah potret diam di ujung ruang, menutup mata dan tidak berharap bertemu siapapun di tidurnya. Diam yang tak menemukan jalan keluar. Jeda panjang yang membeku lemah

Aku mendapati diriku menyerpih, sedang yang lain makin angin, makin tak tampak

Di luar kata-kata, kita tak pernah menjadi apa-apa

Saturday, 4 January 2020

Bergumam pendek

Tiada yang benar
Karena tiada yang salah
Bergumam sendiri beberapa nama binatang
Diumpatnya dalam diam

Tak ada yang sama
Selonjor diujung

Wednesday, 1 January 2020

Bertandang

Pergi itu mudah, 
yang sulit adalah bercerita tentang apa yang dimaknai,
apa yang disudahi setelah bertandang. 
Dijedahi angan. 
Tidak berlebihan jika serapah menjangkau dalam dan dibiarkan berserakan. 
Sepanjang pelita yang berderet tidak mampu mengarah. 
Akhirnya terperangkap.

Dan ini pun belum pernah aku bayangkan sebelumnya 

Friday, 20 December 2019

Benar kan?

Benar kan tidak mudah?

Disaat rasa itu menamani

Menjadi munafik hanya menyesakkan

Kepalsuan yang dibenturkan

Tanpa ada opsi lebih untuk dikelola

Jika itu fiksi, kenapa bisa dikecap?

Logikanya semakin basi

Dimuntahkan semakin percuma, ditelanpun belum

Kaburnya menjadi

Ditapis dalam tengadah

Wednesday, 18 December 2019

Lelah

Lelah memaha(mi)
Saat desakan menemani setiap uc(ap)
Searti seandai yang terjadi bisa diera(mi)
Memenuhi langkah hari menuju gel(ap)

Langkah kecil sedikit tartat(ih)
Pun diam tak mampu memej(am)
Melenakan masa, teracuh memil(ih)
Tak ingin cerita ini berpeluh semakin dal(am)

Tertawa, ing(in)
Diantara semak berdu(ri)
Apa dia merasa, mungk(in)
Cemas-bimbang-nya hilang dan timbul tak terpungki(ri)

Didewasakan tanpa je(da)
Kapan mere(da)
Agar hilang sesak di da(da)
Hadirkan angan itu, sebagai pertan(da)

Thursday, 5 December 2019

Merindu teduh

Merindu ted(uh) 
Untuk membasuh kis(ah)
Berjalan tanpa pel(uh)
Memungkiri hati yang sebenarnya lel(ah)

Tempat  melamunkan paruh mas(a) 
Merasakan kembali hasrat yang melenakan jiw(a)
Ditemani selisih larutnya ras(a)
Membangkitkan cinta yang beranjak dalam kuas(a) 

Menemani malam tanpa peradu(an)
Yang bimbang tanpa sebuah alas(an)
Pun dalam berbagai jumpa yang berkes(an)
Mengujarkan terangnya sebuah peluk(an)

Wednesday, 4 December 2019

Membiak


Merangkak menghabiskan ma(lam)
Disaat yang lain beberapa bersengga(ma)
Menolak bayang yang bermain ke(lam)
Diungkit sedikit teriak agar mengge(ma)

Mimpi semakin diac(uh)
Meski disingkirkan dentang dua belas ka(li)
Dini hari sudah bersama gemur(uh)
Ditenggelamkan sekian dan tetap kemba(li)

Geri(mis)
Sendi(ri)
Malas menge(mis)
Ini tentang harga di(ri)

Terlepas tak terkenda(li)
Semakin dalam meru(ak)
Tak ada tempat kemba(li)
Memeluk bayang membi(ak)

Thursday, 28 November 2019

Bukan itu, tapi ini


Pelarian malam? (tidak)
Hilangnya senja? (tidak)
Dengkuran anak nelayan di ujung biduk? (tidak)
Kayuh yang tersendat? (tidak)

Ini tentang lilin meski kecil, yang bernyala, untuk dijaga
Tentang sepasang kepak, yang rapuh tapi bisa menjulang, untuk menuju
Tentang guratan takdir,  yang mudah didera tapi bisa direngkuh, untuk mencinta
Tentang peluh, yang mengalir tapi bisa diseka, untuk selalu berjalan

Dan tentang yang lain
Dalam kisahnya masing2
Bertaut dalam detak

Pendakian Gunung Lemongan

  Kali ini saya mendaki Gunung Lemongan yang berada di dua kabupaten yaitu Lumajang dan Probolinggo. Saya mengambil jalur Klakah - Lumajang ...