Saturday, 26 November 2016

Berdiri Yang Tergantung



Hanya seutas benang
Tanpa warna yg tdk bs dilihat kasat
Lemah tak terbentang
Sayang... hanya itu yang bisa kugapai saat ini

Lemah memasung diterpa debu
Butiran kemunafikan yang hanya bs mendatangkan gundah
Mengalir bak air dalam kucur
Karena memang tak semudah orang berucap

Buat apa
Memacu tanpa arti
Meninggalkan senyap tanpa kelebat


Saturday, 27 August 2016

Mendera pagi



Hiruk
Bingar
Menggigit mimpi
Membongkar kelopak
Yang melemah terlena
Membuka semburat
Fajar yang tertawa
Membingkis
Dan membingkai hari
Merajai warna
Mengganti kelam
Dan diam 
yang tertikam

Bilur
Hanya bisa mengalir
Lemah dan pelan
Tanpa daya
Mencoba mencuri
Dan timbulkan pacu yang semalam membiru

Pagi dunia
Kamu bingkisan Surga
Sadari nafas saat ini
Yang masih hidup
Bernadi
Dan berirama dalam denyut
Membuka drama hari ini
Dalam nama-Nya


Wednesday, 10 August 2016

Hujan, sinar, senandung dan cinta pagi ini





Lima dinihari

Dingin
Sunyi
Berjalan dalam putaran format tertentu
Melangkah membangkitkan 
Rintik mengetuk
Gerimis egois
Menjadi hujan arogan
Membuat semesta bergaris putus 
Hentikan langkah
Untuk sembunyi 
sejenak

Menyadari
Sekian lama 
hanya mendengar hujan dari tempat yang nyaman
Di balik layar besar ini
mengungkit menu romantis
Membelenggu asa
Cinta
Apakah garis-garis ini bisa mewakili
Merindukan akan pelukan kehangatan
Membius alam logika
Apakah sinaran saat hujan berbalik arah akan menggantikan menu ini
Mengendap relung
Mengintip kenang
Akan sebuah kening
Yang bening akan sebuah ucapan

Senandung pagi ini pun tidak bs mewakili
Ketukan papan kunci tidak jelas mengambil nada dasar
Rumit, untuk ditelisik
Bak fatamorgana, tapi ada
Mengayuh roda ingatan
Terjawab dengan hembusan nafas, 
Tiap tarikan dan ulurannya yang bisa menjelaskan
Rasa ini
Dan itu ada
Sampai berhenti
Pada saatnya


Monday, 27 June 2016

Mengunduh pasti


Mencoba menapak

Diantara lanau yang berada

Menapis tirai dan menjadi pandang

Menginjak kata yang sudah terucap

Saat itu

Dimana kata entah bertebaran

 

Kasih selalu ada kisah

Membayang diri dalam dimensi

Maju mundur yang selalu bergolak

Menjadi wajar terucap karena sebuah jejak

Jejak yang tidak indah

Bagi diri

 

Masih ada gerusan

Yang membekas,

Walau terbawa semesta yang berlalu

Luka

Luka dan tak ingin lagi

 

Kamu

Hadirkan warna baru

Dalam beberapa langkah di perjalanan ini

Mencoba menghangat

Dalam ucap dan nyata

yang membius keraguan

Menjadi angan akan sebuah cita baru

 

Kamu

Hanya ingin kupegang dan kurangkuh

Tanpa ragu dan bayang

Karena cinta itu tanpa syarat

Karena cinta itu tulus

Karena cinta itu ikhlas

Melepas semua cerita lama

Yang mungkin masih membungkus

Dalam kabut masa lalu

 

Waktu berjalan

Berharap tidak menjadi sia

Membentuk pasti

Dalam satu langit

Melihat fajar dan senja yang sama

Menyusun keeping

Yang sekian lama berserak dan berdebu

 

Adakah sebuah kesalahan

Untuk mengunduh pasti

Karena aku ada

Dan kamu ada

 

 


Gubahan


Ruang tanpa sekat

Sesak dengan langkah

Batasi gerak

Habiskan bebas

Mencuri celah

Walau untuk rehat dalam detik

 

Menggerak ingin

Mencerna ingat

Lamunan yang akan dituju

Warnai labirin

Menjerat yang masuk

Untuk sebuah dimensi yang entah

 

Bising !!

Merekah batas mau

Coba mencibir dan mengetuk

Supaya tahu

Tahu bahwa itu bak dusta yang dibawa pulang pelacur malam ini

Yang entah beberapa kali dihisap yang kesekian kali

Dan tidak bisa membawa diri


Friday, 24 June 2016

Dialog dini hari


Hanya ada senyum manis

Simpul

Di ujung meja depan lemari kaca

Terlihat menari di antara tumpuk

Yang berusaha menutup

Tetap tersingkap tanpa daya

Dihiasi dengan kerling jenakanya

Memanggil untuk bicara

Walau tanpa ada suara yang terdengar

 

Dua dini hari

Penuh tanya

Untuk apa dia di sini

Di saat ini

Embun pagi pun enggan beranjak

Terlalu lelap untuk penuhi tugasnya

Adakah itu nyata

Atau angan yang menjadi bayang nyata

 

Terhenyak

Mendadak terjaga

Terjawab

Bahwa ini hanya bunga tidur

Malam ini

Tentang seseorang

Yang sekarang menjadi belahan jiwa

 


Friday, 3 June 2016

Cerita


Penggal demi penggal

Disusun dan mulai tersusun

Merangkap kisah

Kasih yang terperangkap

Dalam titik jantung terdalam

Mengukir dalam

Hingga tak mungkin ingkar

Menjadi lubuk

Tentang apa

Dimana

Siapa

Kemana

Tetap tentang seseorang

Yang terpaku

Dalam figur tertentu

Belahan jiwa

Menjerat

Tiap lembaran detik

Menguasai hidup


Wednesday, 1 June 2016

Gerus


Mengukir tapak

Menderu debu liar yang berkeliaran

Mencari cercak sebuah bifurkasi

Penuh dengan pikiran apriori

Yang malas untuk mempesona pikiran aposteriori

 

Asmara yang terpetik

Tidak hanya dalam angan

Sebuah jelita

Membentuk bidang mempesona

Secerah indah

Yang dicipta

Riang

Ceria

Menjadi onggok yang berbeda

Luruskan niat

Menjadi kekal

 


Monday, 30 May 2016

Merindu


Mungkin hanya angan

Mungkin hanya kenang yang berderik

Atau tubuh yang tak terjamah

Menggapai

Walau hanya untuk sebuah sentuhan

 

Liku

Laku ini

Menyengat alam emosi dan bawah sadar

Dan itu nyata

Yang harus dititih

Bahkan dengan merintih

Untuk titik jernih

 

Ku ingin selalu memeluk

Mendekap

Dengan cara merindu

Tersekat dimensi yang berbeda

Atas nama jarak

Yang terpaksa menggigit janji

Untuk selalu bersama

 


Thursday, 3 March 2016

Tanya


Jangan kasih tanya

Tapi kasih tanda

Karena berharap itu menyesakkan

Dan tidak nyaman

 

Pendampun tak mungkin

Sudah terlanjur jatuh

Dalam sublimasi merah jambu

Dan terjun bebas

Dalam kerak-kerak

 

Kamu

Memang menyebalkan

Hanya timbulkan tanya

Yang tidak mudah terjawab

Lebih kabur dari ulangan harian

Yang sudah hilang dari otak

 


Wednesday, 7 October 2015

Bunga


Lanjut merajut pelangi

Himpun dari beberapa lembaran hidup

Yang mempunyai latar berkeping

Hadirkan bunga

Yang tidak akan kering dan melayu

Ditengah taman yang berikan dunia

Yang bisa kumiliki

Dan kucium tiap saat

Ku tak kan sanggup memetik

Hingga mekar tiap masa

Di tengah semesta

Yang wangi dan indah

 

Bunga dengarkan

Biarkan kau tetap disitu

Kan kuberikan kehidupan

Walau tiap orang bisa memandang

Tapi kamu adalah milikku


Pendakian Gunung Lemongan

  Kali ini saya mendaki Gunung Lemongan yang berada di dua kabupaten yaitu Lumajang dan Probolinggo. Saya mengambil jalur Klakah - Lumajang ...