Wednesday, 20 September 2017

Denting Antar Jemari


Hambar

Mencoba menggugah

Dalam denting denting

Yang bermain dalam jemari

Bahkan untuk “Bm#7’ sekalipun

Kenapa masih sembunyi pun sudah dieram dalam tujuh belas putaran jarum panjang

Simponi ini semakin basi

Rindu bertemu dengan perempuan berponi dan bermata biru menghijau itu

Iya,

Itu kamu yang duduk diujung sana

Mematut

Entah apa yang dilamun

Semoga itu aku

Dan semua tentang kita


Monday, 11 September 2017

Berdiri Yang Tergantung


Hanya seutas benang

Tanpa wana yang tidak bisa dilihat kasat

Lemah tak terbentang

Sayang, hanya itu yang bisa kugapai saat ini

Lemah memasung diterpa debu

Butiran kemunafikan yang hanya bisa mendatangkan gundah

Mengalir bak air dalam kucur

Karena memang tak semudah orang berucap

Buat apa

Memacu tanpa arti

Meninggalkan senyap tanpa kelebat

Akhirnya hanya merusak hari ini


Thursday, 27 July 2017

Sebuah Senja


Kano mulai ketepian

Gemericik cikal deru semakin sayup

Hiruk pikuk menipis

Angin malam mulai mengintip

 

Jauh memandang

Lukisan alam memudar

Digantikan nuansa khas senja yang tiada mampu ditahan

Kunang kunang buatan manusia mulai muncul

Tandakan malam telah tiba

 

Alam tunjukan kuasanya akan waktu

Mampu merubah apa yang tidak bisa dirubah

Mengecilkan kekuasaan yang ada

Membuat kepasrahan

 

Jauh memandang

Ke dalam ruang relung hati

Tiada senja dan fajar esok hari

yang ada hanya satu lukisan alam yang tiada pernah berubah

Tandakan cinta sejati yang sudah terukir


Kangen


Sepi…

Ku terkurung sendiri..

Hanya tembok pandangi diri

Tak bicara..hanya terpaku..

 

Suara air tetesi atap gupon ini..

Tak mampu hibur hati ini..

 

Pun tuk sejumlah gambaran dirinya..

Yang memandang tapi tak bisa kusentuh


Senyum merekah tapi tak bisa kucium..


Wednesday, 26 July 2017

Mereka Makna


Pagi ini

Derajat akal sehatku membangkang

Lingkaran hegemoni memenuhi semua celah labirin yang berdiam

Jadikan banyak simpang yang berkabut pekat

Gagal memandang hanya mampu mereka makna

Berdiri dalam bayang

Yang melayang tanpa mengembang

Padamkan bara akan biduk yang berlayar tipis

Membiaskan titik labuh yang harus dituju


Friday, 16 June 2017

Dalam diri


Hidupku

Adalah hidupku

Hidupmu

Adalah hidupmu

Hanya asa yang tahu

Di batas mana diri berada

Membawa ingin

Atau batasi

Tanpa menjadi rajuk

Dan tidak lapuk

 

Kebebasan

Kadang menjadi nikmat

Tak sehelai daunpun

Bisa melawan angin

Dulu tiada

Kadang hanya jadi cita

Begitu sekarang ada

Apa akan menjadi bara?

 

Tubuh ini bergerak

Berputar ikuti waktu

Jaga dia

Karena semua ini milik Dia


Wednesday, 22 March 2017

Hentakan Waktu

 

Penantian..

Berkawan jutaan detik..

Ribuan menit..

Ratusan jam…

Tuk sebuah arti..

Harapan akan sesuatu..

 

Tak terpungkiri

Antrian fenomena tak terbendung..

Harus dilewati

Pun atas sebuah tangis dan tawa

 

Yakin diri kan ujung cerita

Disaat akhirnya berdua

Tanpa barikade

Yang selama ini jadi nyanyian di setiap perjalanan..

 


Thursday, 16 March 2017

Teriris Dalam Usik


Sepenggal jarak digenggam rasa

Ditempuh atas nama angan yang terusik

Menari dalam ujung masa

Ingin patahkan belenggu dalam titik noda

Daya yang dipaksa tanpa batas

Membuang lingkaran jeruji yang menambat

Membawanya pergi

Kembali

Di ujung sepi

Lamunkan lagi beberapa harap

Di suatu simpang yang nyata

Mengiringkan fatamorgana tentang cerita itu

Membungkamnya dalam album seribu kenang

Tuesday, 28 February 2017

Pejam


Pejamkan mata
Melihat titik putih dalam pusaran kelopak 
Mencari yang bergerak
Walau terganggu genta yang bergoyang
Tertiup angin bersama daun
Saat bersama semilir

Menghitam, dan semakin terpusat
Mencari arti
Dari sebuah perhelatan panjang
Diam
Tegun hampiri pikiran
Bahwa hanya ada satu cinta
untuk pasangan jiwa yang tersekat
Tapi ada
Dan selalu ada
Menamani jengkal

Tuesday, 17 January 2017

Disendiriku




Dingin ini begitu menyekat
Akan batas sadar dan sebuah mimpi
Kabut pekat di depan 
Tak mampu ditembus pun dengan mata hati

Menggigil dibawah selimut tipis
Membuka khayalan dan bayang  yang ada
Membiarkannya menari disana, 
semakin menyentuh inti jantung

Diantara‎ jajaran pegunungan Mandosawu
Sisi selatan kaki Gunung Anak Ranaka
Ditemani "Kompiang" yang tak berisi
Memuas diri untuk sebuah perjalanan


Friday, 6 January 2017

Batas Jingga


Di batas itu....
Hanya luka dan kesedihan yg ada
Diam berkutat didalamnya
Supaya tidak mengerang membuat luka 
dan kesedihan yg lain

Garis itu ada
Merenggut warna lain
Tenggelam dan tidur didalamnya menjadi lelap
Menjebak semua yg ada
Dalam malam
Merengkuh
Mengarung
Untuk berenang ikut maunya

Dalam kisah
Semalam bersama
Bekas pelukan
Bekas cumbu
Masih menyentuh
Terasa jejak yg ada
Membekas walau dalam angan
Ujung bibir hanya mampu menganga
Mata hanya bisa terpana

Penuh cerita
Untuk diabadikan 
Dalam kesepakatan cinta

Pendakian Gunung Lemongan

  Kali ini saya mendaki Gunung Lemongan yang berada di dua kabupaten yaitu Lumajang dan Probolinggo. Saya mengambil jalur Klakah - Lumajang ...